Kendari, kendarikota.go.id – Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menghadiri rapat fasilitasi pembahasan batas wilayah antara pemerintah kota dan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kendari. Rapat tersebut bertujuan untuk mencari solusi terbaik terkait sejumlah titik batas yang hingga kini masih menjadi perhatian bersama, Rabu ( 18/02/2026 ).

Dalam sambutannya, Sudirman mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya pertemuan tersebut.
“Alhamdulillah hari ini kita dipertemukan dalam pembahasan batas Kota Kendari dan batas wilayah lainnya. Saya berharap pertemuan kali ini kita bisa menemukan solusi yang lebih baik untuk kita bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, kejelasan batas wilayah sangat penting demi kelancaran administrasi pemerintahan dan pelayanan publik, termasuk menyangkut berbagai persoalan teknis seperti fasilitas dan pengelolaan wilayah.

Pembahasan dengan Konawe Selatan
Sudirman menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Kota Kendari telah melakukan pembahasan batas wilayah dengan Kabupaten Konawe Selatan. Dalam diskusi tersebut, terdapat permintaan terkait penyesuaian wilayah berdasarkan letak geografis.
Ia mencontohkan kawasan sekitar Gerbang Ranomeeto yang terdapat wilayah bernama Sipo. Secara administratif sebelumnya masuk dalam batas Kota Kendari, namun secara geografis akses jalan dan posisi wilayah tersebut lebih dekat serta terhubung langsung dengan Konawe Selatan.
“Atas dasar pertimbangan letak geografis dan hasil diskusi bersama wali kota serta pemerintah terkait, dua RT di wilayah Simbo akhirnya kita sepakati untuk diserahkan kepada Kabupaten Konawe Selatan. Tujuannya agar penataan batas wilayah lebih rapi dan jelas,” jelasnya.
Keputusan tersebut diambil pada periode Agustus hingga Oktober setelah melalui pembahasan bersama pemerintah kedua daerah.

Pembahasan dengan Konawe
Selain Konawe Selatan, rapat kali ini juga membahas batas wilayah antara Kota Kendari dan Kabupaten Konawe. Sudirman menyebutkan terdapat tiga ruas wilayah yang berbatasan langsung.
Pertama, wilayah Purirano yang dinilai sudah tidak memiliki persoalan berarti. Kedua, perbatasan di kawasan Labibia yang juga disebut telah clear.
Namun, satu titik yang masih menjadi pembahasan serius adalah wilayah Tabanggele. Menurut Sudirman, perdebatan antara kedua pemerintah daerah masih berlangsung terkait penetapan batas di kawasan tersebut.

“Saya tidak berbicara berdasarkan cerita-cerita lama, tetapi melihat dari sisi letak geografis. Kita ingin melihat secara objektif bagaimana posisi sebenarnya di lapangan,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, peta perbatasan juga ditampilkan untuk melihat secara langsung posisi gerbang perbatasan antara Konawe dan Kendari, termasuk kawasan Tabanggele yang menjadi titik pembahasan.
Harapan Penyelesaian Bersama
Sudirman berharap melalui fasilitasi dan diskusi terbuka seperti ini, pemerintah daerah dapat mencapai kesepakatan yang adil dan menguntungkan kedua belah pihak.

Menurutnya, kejelasan batas wilayah bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut kepastian pelayanan masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta harmonisasi hubungan antar daerah.
“Semoga pembahasan ini menghasilkan keputusan terbaik demi kepentingan masyarakat dan kelancaran pemerintahan di kedua wilayah,” pungkasnya.








