Kendari, kendarikota.go.id – Pemerintah Kota Kendari mulai mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026. Salah satunya melalui pembekalan bagi para interpreter yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Bappeda, Gedung Menara Balai Kota Kendari lantai 7 ini menjadi bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia dalam menyukseskan agenda internasional tersebut, sekaligus rangkaian peringatan HUT Kota Kendari 2026.

Peran interpreter dinilai krusial dalam memastikan kelancaran komunikasi antara delegasi dari berbagai negara. Mereka tidak hanya dituntut mampu menerjemahkan bahasa, tetapi juga memahami konteks pembahasan serta dinamika forum yang akan berlangsung.

Kepala Bappeda Kota Kendari, Muhamad Saiful, menegaskan bahwa kesiapan SDM menjadi faktor penentu keberhasilan penyelenggaraan kegiatan berskala internasional.
“Interpreter menjadi garda terdepan dalam menjembatani komunikasi. Karena itu, mereka harus dibekali pemahaman yang utuh, baik dari sisi teknis maupun substansi kegiatan,” ujarnya.

Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait alur kegiatan, istilah-istilah teknis yang digunakan dalam forum, hingga simulasi situasi komunikasi yang berpotensi terjadi selama pelaksanaan UCLG ASPAC.
Langkah ini diambil untuk memastikan para interpreter tidak hanya siap secara bahasa, tetapi juga mampu bekerja secara profesional dan responsif di lapangan. Apalagi, forum ini akan mempertemukan kepala daerah dan perwakilan pemerintah dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.
Pemerintah Kota Kendari berharap, melalui pembekalan ini, kualitas layanan komunikasi selama kegiatan dapat terjaga, sehingga seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Kendari tidak hanya menargetkan sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga ingin meninggalkan kesan positif di mata dunia internasional.








