Kendari, kendarikota.go.id– Keterlibatan masyarakat lokal dalam menyambut ajang internasional UCLG ASPAC 2026 di Kota Kendari mulai menunjukkan geliat positif. Salah satunya datang dari Tim Penggerak PKK Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, yang dipercaya memproduksi 100 unit topi anyaman untuk digunakan para delegasi dalam kegiatan penanaman pohon di Kebun Raya Kendari.

Lurah Lalodati, Edy Tawakkal Konggoasa, menyebut kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi warganya. Selain menjadi bentuk partisipasi nyata dalam menyukseskan agenda internasional, pesanan ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat berbasis kerajinan lokal.

“Ini bukan sekadar pesanan, tetapi bentuk kepercayaan yang harus dijaga. Masyarakat kami sangat antusias karena bisa terlibat langsung dalam event berskala internasional,” ujarnya.
Ketua TP PKK Kelurahan Lalodati, Anita Taurizya Edi Konggoasa, menjelaskan bahwa topi yang diproduksi mengusung ciri khas lokal dengan bahan utama daun pandan hutan. Material ini dikenal unik karena memiliki tekstur kuat dengan sisi daun yang berduri, sehingga membutuhkan ketelitian dalam proses pengolahan.
Pembuatan topi dilakukan secara tradisional. Tahap awal dimulai dari penjemuran daun pandan selama dua hari hingga kering, kemudian dilanjutkan dengan proses penganyaman secara manual. Untuk menyelesaikan 100 unit topi, para perajin membutuhkan waktu lebih dari dua minggu agar kualitas dan kerapian tetap terjaga.
“Semua dikerjakan dengan tangan, jadi memang butuh waktu. Tapi di situlah nilai lebihnya, karena setiap produk punya sentuhan khas dan tidak bisa disamakan dengan produksi pabrik,” jelasnya.
Dari sisi tampilan, topi anyaman ini mengusung desain sederhana namun tetap menarik. Warna alami daun pandan dipadukan dengan ornamen khas memberikan kesan estetis yang kuat sekaligus mencerminkan identitas budaya lokal.
Kehadiran produk ini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap kegiatan, tetapi juga menjadi simbol keterlibatan masyarakat dalam menyambut tamu mancanegara. Lebih dari itu, kerajinan ini diharapkan mampu memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Kendari ke level yang lebih luas.
Ajang UCLG ASPAC 2026 sendiri menjadi momentum strategis bagi Kota Kendari untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah. Melalui karya sederhana seperti topi anyaman, masyarakat turut berkontribusi menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi para delegasi.
Pemerintah setempat berharap keterlibatan ini dapat membuka peluang baru bagi pengembangan produk kerajinan lokal agar semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di pasar internasional. Dengan demikian, partisipasi masyarakat tidak berhenti pada momentum acara, melainkan berlanjut menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.








