Pemkot Kendari Jaga Stabilitas Harga, Inflasi Mulai Menunjukkan Tren Positif
Kendari, kendarikota.go.id – Kabar positif datang dari perkembangan inflasi di Kota Kendari. Pemerintah Kota Kendari menyebut angka inflasi pada bulan ini mulai menunjukkan tren penurunan dan semakin mendekati level moderat yang menjadi perhatian pemerintah.

Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati, mengatakan inflasi Kota Kendari kini berada pada angka 3,66 persen. Angka tersebut hanya terpaut 0,16 persen dari level moderat 3 persen.

“Alhamdulillah bulan ini inflasi kita sudah turun dan mendekati angka moderat, 3,66. Tinggal turun 0,16,” kata Nismawati.

Meski masih menjadi daerah dengan angka inflasi tertinggi di Sulawesi Tenggara, kondisi tersebut dinilai tetap menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Selisih inflasi Kota Kendari dengan Kabupaten Kolaka yang berada di angka 3,60 persen hanya 0,06 persen.

Nismawati menjelaskan, tekanan inflasi pada periode ini lebih banyak berasal dari kelompok komoditas nonmakanan. Kondisi tersebut membuat ruang intervensi langsung pemerintah daerah relatif terbatas karena sebagian besar komoditas penyumbang inflasi berada di luar kewenangan Pemerintah Kota Kendari.

Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat 10 komoditas yang memberikan kontribusi terhadap inflasi Kota Kendari. Angkutan udara menjadi penyumbang tertinggi dengan andil 0,81 persen, disusul emas perhiasan sebesar 0,45 persen dan bahan bakar rumah tangga 0,30 persen.

Selanjutnya, bensin memberikan andil 0,27 persen, akademi/perguruan tinggi 0,24 persen, telepon seluler 0,18 persen, mobil 0,14 persen, ikan kembung 0,11 persen, sigaret kretek mesin 0,11 persen, serta lemari pakaian sebesar 0,09 persen.
Dari sejumlah komoditas tersebut, ikan kembung menjadi salah satu komoditas yang dapat mendapat perhatian lebih langsung dari pemerintah daerah karena berkaitan dengan kebutuhan pangan masyarakat.
“Secara umum Pemkot Kendari tidak punya kewenangan untuk intervensi, kecuali ikan kembung,” jelas Nismawati.
Meski demikian, Pemerintah Kota Kendari tetap memantau perkembangan harga dan berbagai faktor yang memengaruhi inflasi. Upaya pengendalian terus dilakukan melalui koordinasi bersama pihak terkait, terutama terhadap komoditas yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Pemkot Kendari juga melihat penurunan inflasi ini sebagai perkembangan yang patut disyukuri. Dengan selisih yang semakin kecil menuju angka moderat, pemerintah berharap tren tersebut dapat terus terjaga pada periode berikutnya.
Nismawati menegaskan, pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Tidak seluruh penyebab kenaikan harga dapat diintervensi pemerintah daerah, sehingga koordinasi dan pemantauan kondisi ekonomi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga.
Dengan inflasi yang mulai bergerak turun, Pemkot Kendari optimistis kondisi ekonomi daerah tetap terjaga dan daya beli masyarakat dapat terus dipertahankan.








