Kendari, kendarikota.go.id – Pemerintah Kota Kendari meraih penghargaan sebagai pemerintah daerah dengan implementasi terbaik Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dalam rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2026.
Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Wali Kota Kendari Sudirman di Panggung Utama Eks MTQ, Kendari, Sabtu (24/10/2026).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya Pemerintah Kota Kendari dalam mendorong perluasan akses layanan keuangan bagi pelajar, sekaligus meningkatkan literasi keuangan sejak dini.
Program KEJAR merupakan salah satu inisiatif untuk membiasakan pelajar mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan formal melalui kepemilikan rekening tabungan. Dengan akses tersebut, pelajar diharapkan dapat membangun kebiasaan menabung dan memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak.

Penghargaan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan di Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data yang disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Sultra, Muhammad Fadlansyah, tingkat inklusi keuangan di provinsi ini meningkat dari 83 persen pada 2025 menjadi 85,52 persen pada 2026.
Meski mengalami peningkatan, perluasan akses keuangan masih menjadi pekerjaan bersama. Pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pelaku industri jasa keuangan terus didorong memperluas layanan agar dapat menjangkau masyarakat, termasuk kelompok pelajar, pelaku UMKM, petani, dan nelayan.
Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), berbagai upaya dilakukan untuk memperluas layanan keuangan, termasuk melalui layanan tanpa kantor di wilayah pesisir dan kepulauan serta penyediaan pembiayaan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Dalam kegiatan yang sama, Dr. Nismawati, M.Si, juga menerima penghargaan sebagai tokoh inspiratif literasi keuangan daerah.

Capaian Pemerintah Kota Kendari dalam Program KEJAR diharapkan dapat memperkuat edukasi keuangan di lingkungan pendidikan. Literasi keuangan sejak usia sekolah penting agar generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap layanan perbankan, tetapi juga mampu menggunakannya secara bertanggung jawab.
Penghargaan ini sekaligus menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperluas jangkauan program dan memastikan semakin banyak pelajar memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal.











