Kendari, kendarikota.go.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin langsung rapat koordinasi nasional yang diikuti oleh Sekretaris Daerah, Kepala BPBD, dan Kepala Bappeda Kabupaten/Kota seluruh Indonesia secara hybrid, Selasa (18/11/2025). Rapat tersebut digelar untuk memperkuat langkah antisipasi pemerintah daerah menghadapi potensi cuaca ekstrem, termasuk curah hujan tinggi dan gelombang laut yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa “negara harus hadir” dalam kondisi apapun, khususnya ketika masyarakat berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi. Ia meminta pemerintah daerah (Pemda) di seluruh Indonesia untuk memperkuat kesiapsiagaan dan melakukan langkah-langkah antisipatif secara terukur dan cepat.
Melalui koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), rapat tersebut menyampaikan peringatan bahwa sejumlah wilayah berpotensi mengalami curah hujan tinggi, gelombang laut besar, serta pasang maksimum di kawasan pesisir pada periode November 2025 hingga April 2026. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius seluruh pemerintah daerah.

Mendagri juga menginstruksikan agar Pemda memanfaatkan informasi dan data prakiraan cuaca dari BMKG secara optimal sebagai dasar pengambilan keputusan. Ia menekankan bahwa mitigasi cepat, sistem peringatan dini, serta penyiagaan personel dan sarana pendukung harus dipersiapkan sejak dini untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.
Selain itu, pemerintah daerah diminta segera melakukan langkah antisipatif, seperti mengidentifikasi titik-titik rawan banjir, longsor, dan gelombang tinggi, menyiapkan tim tanggap darurat, serta memperkuat koordinasi lintas-instansi. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
Mendagri mengingatkan bahwa koordinasi antara Pemda, BMKG, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Informasi yang cepat sampai ke masyarakat akan membantu meminimalkan risiko, sekaligus memastikan daerah memiliki kesiapan maksimal untuk menghadapi dinamika cuaca dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam konteks Kota Kendari, peningkatan kewaspadaan perlu menjadi prioritas. Meskipun wilayah pesisir relatif lebih aman dari potensi gelombang tinggi, curah hujan yang meningkat dapat memicu banjir dan longsor, terutama di daerah dengan topografi berbukit maupun kawasan yang memiliki sistem drainase kurang optimal.











