Kendari, kendarikota.go.id – Pemerintah pusat menegaskan komitmen serius membenahi sektor pendidikan secara menyeluruh, mulai dari fisik sekolah hingga kualitas guru dan sistem pembelajaran digital. Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Konsolidasi Program Prioritas UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Kendari, Jumat (9/1/2025).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, serta Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, bersama jajaran pemangku kepentingan pendidikan dari tingkat pusat hingga daerah.
Dalam paparannya, Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa secara nasional program revitalisasi satuan pendidikan berjalan melampaui target awal. Dari alokasi semula 10.440 satuan pendidikan, realisasi revitalisasi meningkat signifikan menjadi 16.171 sekolah, dengan progres penyelesaian telah melampaui 90 persen dan ditargetkan rampung 100 persen pada akhir Januari 2025.




“Ini bukan program seremonial. Revitalisasi adalah program prioritas Presiden. Gedungnya dibangun, pembelajarannya harus ikut berubah. Tidak boleh berhenti di bangunan saja,” tegas Abdul Mu’ti.
Selain fisik sekolah, Kemendikdasmen juga mendorong digitalisasi pembelajaran secara masif. Sebanyak 288.186 perangkat digital pembelajaran telah dikirim dan digunakan di sekolah-sekolah. Interactive Flat Panel (IFP) mulai diterapkan, disertai pelatihan guru, distribusi laptop, hingga dukungan konektivitas melalui Starlink di wilayah tanpa sinyal serta kerja sama dengan PLN untuk daerah yang belum teraliri listrik.
“Kalau tahun ini satu sekolah dapat satu IFP, ke depan akan bertahap menjadi empat, bahkan enam. Target Presiden, sebelum 2029 setiap kelas sudah punya IFP,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, meski anggaran kementerian sempat mengalami penyesuaian, pemerintah pusat justru memperluas cakupan revitalisasi. Dari rencana awal sekitar 11.700 sekolah, Presiden berkomitmen menambah hingga 60 ribu satuan pendidikan, sehingga total revitalisasi nasional mencapai lebih dari 71 ribu sekolah.
Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendikdasmen. Pada 2025, Sultra tercatat menerima manfaat program hasil terbaik cepat (PHTC), termasuk revitalisasi sarpras pada 348 satuan pendidikan dan pembangunan tiga unit sekolah baru. Untuk 2026, Sultra mengusulkan 1.374 satuan pendidikan untuk revitalisasi, serta menerima 4.081 papan interaktif digital dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK.
“Kami berkomitmen mempercepat pemerataan pendidikan. Sinergi pusat dan daerah adalah kunci agar kebijakan nasional benar-benar terasa di lapangan,” kata Andi Sumangerukka.
Di sisi lain, penguatan kualitas guru juga menjadi perhatian utama. Hingga 2025, lebih dari 820 ribu guru telah mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), dengan capaian nasional mencapai 93 persen. Bagi guru yang belum berpendidikan D4 atau S1, pemerintah menyediakan beasiswa RPL senilai Rp3 juta per semester untuk 12.500 guru, memungkinkan penyelesaian studi dalam waktu satu hingga satu setengah tahun.
Kemendikdasmen juga menyiapkan pelatihan pembelajaran mendalam, kebekerjaan, hingga coding dan AI, serta menegaskan bahwa sekolah swasta dan organisasi masyarakat tetap menjadi mitra strategis pemerintah. Tercatat, 23 persen penerima program revitalisasi 2025 berasal dari satuan pendidikan swasta.
Menutup arahannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut ditujukan untuk membangun pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Sekolah, menurutnya, harus menjadi ruang pertemuan dan peleburan berbagai latar belakang sosial demi memperkuat persatuan bangsa, bukan sekadar tempat transfer ilmu semata.














