Kendari, kendarikota.go.id – Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menerima kunjungan kerja dari Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka pembahasan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Kendari, Kantor Balai Kota Kendari, Rabu (28/1/2026).
Kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Koperasi, Prof. Ambar, bersama jajaran, yang memaparkan arah kebijakan nasional terkait penguatan Koperasi Merah Putih sebagai pilar pembangunan ekonomi kerakyatan di daerah. Wakil Wali Kota Kendari menyambut baik kunjungan ini dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam mendukung pengembangan koperasi berbasis potensi lokal.

Dalam pemaparannya, Prof. Ambar menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih di sektor pertanian saat ini berada pada tahap pengembangan dengan total pipeline sekitar 5.000 koperasi yang terdaftar sesuai standar Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 011, 012, dan 013. Koperasi-koperasi tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai produksi dan distribusi hasil pertanian secara berkelanjutan.
Distribusi koperasi pertanian secara nasional masih didominasi Pulau Jawa, dengan Jawa Timur sebagai provinsi terbanyak mencapai 1.214 unit, disusul Jawa Tengah sebanyak 770 unit dan Jawa Barat 617 unit. Di luar Pulau Jawa, Riau dengan 443 unit dan Aceh 362 unit menjadi daerah dengan kontribusi signifikan sebagai pusat pertanian potensial.
Lebih lanjut dijelaskan, lanskap koperasi pertanian didorong oleh dua model bisnis utama, yakni spesialisasi dan diversifikasi. Spesialisasi tanaman semusim (KBLI 011) mendominasi dengan 1.910 unit, sementara pendekatan diversifikasi yang menggabungkan tanaman semusim dan tahunan (011+012) mencapai 1.785 unit. Adapun pertanian tanaman tahunan murni dan tanaman hias masih berada pada porsi yang relatif kecil.
Selain sektor pertanian, pengembangan Koperasi Merah Putih di sektor peternakan juga menjadi perhatian utama. Dari total pipeline, sekitar 4.000 koperasi bergerak di sektor peternakan dengan KBLI 0141 hingga 0149, meliputi peternakan sapi dan kerbau, kambing dan domba, unggas, hingga jenis peternakan lainnya. KBLI ini menjadi standar nasional yang selaras dengan sistem klasifikasi internasional ISIC.
Sebaran koperasi peternakan juga menunjukkan pola serupa, dengan Jawa Timur memimpin sebanyak 822 unit, diikuti Jawa Tengah 644 unit dan Jawa Barat 512 unit. Di luar Jawa, Riau dan Bengkulu menonjol sebagai daerah dengan jumlah koperasi peternakan yang cukup tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Kendari berharap Kota Kendari dapat mengambil peran strategis dalam pengembangan Koperasi Merah Putih, khususnya pada subsektor peternakan sapi, kambing, dan unggas, guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.













