Kendari, kendarikota.go.id – Pemerintah Kota Kendari, melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kendari, Adriana Musaruddin, S.Sos., M.Si., membuka kegiatan Pembekalan dan Dialog Bersama Muballigh se-Kota Kendari yang dilaksanakan di Hotel Ataya Kendari, Sabtu (14/02/2026).


Kegiatan yang mengusung tema persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026 M dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sultra, jajaran komisioner BAZNAS Kota Kendari, perwakilan Kantor Kemenag Kota Kendari, serta para tokoh agama dan muballigh se-Kota Kendari.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Kendari dengan Ikatan Muballigh Sultra Kendari. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman para muballigh dalam memberikan pencerahan kepada umat, khususnya mengenai optimalisasi zakat dan menjaga kebersihan kota selama bulan suci.
Dalam sambutannya, Adriana Musaruddin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa para muballigh memiliki peran sentral dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.


”Para muballigh bukan sekadar penyampai ceramah, tetapi merupakan penggerak perubahan. Di mimbar harus mampu menggerakkan hati dan melahirkan aksi nyata, terutama dalam aspek ibadah personal dan tanggung jawab sosial melalui zakat,” ujar Adriana Musaruddin dalam sambutannya.
Adriana Musaruddin juga memberikan apresiasi atas kontribusi zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Kendari yang selama ini telah secara signifikan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Asisten I menekankan pentingnya peran BAZNAS dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sesuai dengan amanat UU No. 23 Tahun 2011. Adriana Musaruddin berharap para muballigh dapat terus mensosialisasikan pentingnya zakat sebagai instrumen keadilan sosial dan pengentasan kemiskinan di Kota Kendari.
Selain aspek spiritual dan sosial, Pemerintah Kota Kendari juga menitipkan pesan kepada para muballigh untuk senantiasa mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi mewujudkan Kendari sebagai kota layak huni yang bersih, indah, dan maju.
Menutup sambutannya, Adriana berharap dialog ini melahirkan gagasan inovatif bagi kemaslahatan umat. Ramadhan diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas ritual, tetapi juga momentum transformasi spiritual dan sosial melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang lebih tepat sasaran.








