Kendari, kendarikota.go.id – Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman menghadiri Executive Forum yang diselenggarakan oleh PT BPD Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) di Gedung Tower Bank Sultra lantai 9, Kamis (12/3/2026).
Forum yang mengangkat tema “Optimalisasi Struktur Permodalan dan Akselerasi Transformasi Bisnis Bank Sultra dalam Mendukung Kemandirian Ekonomi Daerah” tersebut dihadiri para kepala daerah se-Provinsi Sulawesi Tenggara selaku pemegang saham Bank Sultra, serta jajaran direksi Bank Sultra.

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Pemasaran Bank Sultra, Ronal Siahaan, menyampaikan bahwa forum ini dirancang sebagai wadah diskusi dua arah antara pihak bank dengan para pemangku kepentingan daerah.
Menurutnya, forum ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi menjadi ruang untuk menyerap berbagai masukan strategis dari para kepala daerah sebagai pemilik saham sekaligus pengambil kebijakan di wilayah masing-masing.

“Forum ini kami desain sebagai diskusi dua arah agar Bank Sultra bisa mendapatkan berbagai saran dan masukan dari para pemegang saham demi memperkuat peran bank dalam mendorong pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, agenda diskusi yang berlangsung selama dua hari tersebut difokuskan pada tiga pilar utama. Pertama, kemajuan regional Sulawesi Tenggara yang membahas penguatan modal inti, pembagian dividen, serta penguatan fundamental keuangan daerah. Kedua, kemajuan kabupaten dan kota melalui sinkronisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit sektor riil untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Ketiga, transformasi Bank Sultra melalui percepatan digitalisasi layanan perbankan agar lebih cepat, aman, dan inovatif bagi masyarakat.

Andri juga berharap para peserta forum dapat memberikan kritik, saran, dan pandangan strategis agar Bank Sultra tetap tangguh serta mampu bersaing di tengah perkembangan digitalisasi sektor perbankan.
Executive Forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Bank Sultra dengan pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah. Kegiatan yang berlangsung di bulan suci Ramadhan itu rencananya akan ditutup dengan agenda buka puasa bersama.








