Kendari, kendarikota.go.id – Dinas Kesehatan Kota Kendari bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, menggelar kegiatan vaksinasi Campak Rubella (MR) bagi tenaga dokter internsip lingkup Kota Kendari. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Benu-Benua, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan perlindungan tenaga kesehatan sekaligus memperkuat sistem kesehatan daerah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kendari, Ellfi, SKM, M.Kes, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari dalam sambutannya menyampaikan bahwa vaksinasi MR merupakan bentuk komitmen dalam menindaklanjuti surat edaran Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar instruksi administratif, melainkan strategi nasional dalam menghadapi meningkatnya kasus campak di Indonesia.

Menurut Ellfi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyakit campak masih menjadi ancaman nyata, terutama akibat rendahnya capaian imunisasi dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, intervensi melalui vaksinasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas.

“Sasaran vaksinasi MR kali ini berjumlah 126 orang, yang terdiri dari 110 dokter umum dan 16 dokter gigi. Pelaksanaan kegiatan difokuskan di satu fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Benu-Benua, guna memastikan efisiensi penggunaan vaksin serta efektivitas pelaksanaan kegiatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ellfi menjelaskan bahwa tenaga dokter internsip merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan penyakit karena berinteraksi langsung dengan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk itu, vaksinasi MR menjadi bentuk perlindungan diri sekaligus tanggung jawab profesional bagi tenaga kesehatan.

“Pentingnya kepatuhan terhadap kebijakan kesehatan, termasuk imunisasi, sebagai bagian dari profesionalisme tenaga kesehatan. Menurutnya, tidak ada ruang untuk keraguan terhadap intervensi yang telah terbukti aman dan efektif secara ilmiah,” tambahnya.
Selain itu, dokter internsip diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan di masyarakat melalui edukasi yang tepat terkait pentingnya imunisasi. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi nasional dapat terus meningkat, sekaligus mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.








