Senin, Agustus 31, 2026
Kendarikota.go.id
  • Beranda
  • Berita
  • Pemerintahan
  • Penghargaan
  • Smart City
  • Event
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Pemerintahan
  • Penghargaan
  • Smart City
  • Event
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Kendarikota.go.id
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Pemerintahan
  • Penghargaan
  • Smart City
  • Event
  • Foto
  • Video

Data Balita 30 Ribu Anak Jadi Fokus, Pemkot Kendari Perkuat Posyandu dan Perang Melawan Stunting

by Kominfo_1
17 Juni 2026
in Berita
0
Data Balita 30 Ribu Anak Jadi Fokus, Pemkot Kendari Perkuat Posyandu dan Perang Melawan Stunting
335
SHARES
881
VIEWS

Kendari, kendarikota.go.id – Pemerintah Kota Kendari memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan mengandalkan data riil dari tingkat RT, penguatan peran Posyandu, serta intervensi serentak terhadap ibu hamil dan balita yang akan dimulai pada Juli 2026.

Langkah tersebut mengemuka dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kota Kendari Tahun 2026, Rabu (17/6/2026).

Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Anak-anak yang mengalami stunting tidak hanya terhambat pertumbuhan fisiknya, tetapi juga perkembangan kognitifnya yang pada akhirnya akan memengaruhi produktivitas dan daya saing generasi mendatang. Karena itu, penurunan stunting menjadi prioritas yang harus dituntaskan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif,” ujarnya.

Menurut Amir Hasan, penilaian kinerja yang dilakukan tahun ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi efektivitas berbagai program yang telah dijalankan sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan agar intervensi yang dilakukan ke depan lebih tepat sasaran.

Ia menekankan keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, sanitasi, penyediaan air bersih, ketahanan pangan hingga pola pengasuhan anak dalam keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria Mahmud, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya menangani anak yang telah mengalami stunting, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru.

Menurutnya, saat ini terdapat lebih dari 400 anak stunting yang menjadi sasaran intervensi langsung Dinas Kesehatan. Namun, terdapat sekitar 12 ribu anak yang berpotensi mengalami stunting dan harus segera dipetakan secara akurat.

“Kami butuh data dasar dari RT dan kelurahan. Kalau yang sudah stunting, kami bisa intervensi dengan PMT dan vitamin. Tetapi yang lebih penting adalah mendeteksi anak-anak yang berisiko agar tidak masuk kategori stunting,” kata Hasria.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Kendari sedang mengumpulkan data sekitar 30 ribu anak yang tersebar di seluruh wilayah kota. Data tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan intervensi serentak yang direncanakan berlangsung pada Juli mendatang.

“Data ini sangat penting. Sebelum 1 Juli seluruh data harus sudah masuk. Dari data itu kita akan melihat siapa yang rutin datang ke Posyandu dan siapa yang belum. Di situlah kita bisa mendeteksi calon-calon stunting untuk segera dicegah,” jelasnya.

Intervensi yang akan dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan tambahan, vitamin A, edukasi kesehatan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu hamil dan balita.

Hasria juga menyoroti faktor-faktor sosial yang berpotensi meningkatkan angka stunting, termasuk fenomena pernikahan usia dini dan kehamilan pada usia yang belum ideal.

“Pak Lurah harus tahu kondisi masyarakatnya. Kasus pernikahan terlalu muda atau kehamilan usia dini harus menjadi perhatian bersama karena berpotensi melahirkan anak stunting,” tegasnya.

Dalam forum yang sama, Ketua Pembina Posyandu Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, mengingatkan pentingnya penguatan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat.

Saat ini Kota Kendari memiliki 228 Posyandu yang tersebar di seluruh kelurahan. Namun, sebanyak 122 Posyandu atau sekitar 53 persen masih berada dalam kondisi tidak layak dan membutuhkan perhatian serius.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Posyandu membutuhkan dukungan lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan agar pelayanan kepada masyarakat bisa berlangsung lebih optimal,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh Posyandu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan masyarakat.

Sementara itu, Lurah Watubangga, Nusman Pagalu, membagikan strategi yang diterapkan di wilayahnya untuk mempercepat pengumpulan data keluarga berisiko stunting.

Menurutnya, RT merupakan pihak yang paling memahami kondisi masyarakat sehingga pendataan dilakukan langsung dari tingkat lingkungan.

“Wilayah warga yang paling tahu tentu RT. Karena itu kami meminta data dari setiap RT, kemudian disetor melalui Kasi Pemerintahan agar proses pendataan lebih cepat dan akurat,” katanya.

Melalui penguatan Posyandu, pemutakhiran data hingga intervensi serentak yang akan dilakukan pada Juli mendatang, Pemerintah Kota Kendari berharap mampu menekan angka stunting secara signifikan sekaligus memastikan lahirnya generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

Share134Send
Previous Post

Sekda Kendari Pimpin Rapat Persiapan HUT RI ke-81, MTQ Provinsi, RTRW, dan Rakernas APEKSI 2026

Next Post

Pemkot Kendari Dorong Percepatan Program Satu Rekening Satu Pelajar

Related Posts

Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, APBD Kendari Diarahkan Perkuat Layanan Publik dan Infrastruktur
Berita

Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, APBD Kendari Diarahkan Perkuat Layanan Publik dan Infrastruktur

31 Agustus 2026
821
Pemkot Kendari Dukung Pemeriksaan BPK, Jadi Momentum Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan RSUD
Berita

Pemkot Kendari Dukung Pemeriksaan BPK, Jadi Momentum Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan RSUD

31 Agustus 2026
852
Sekda Kendari: Camat dan Lurah Jangan Asal Berpakaian, Atribut Wajib Lengkap
Berita

Sekda Kendari: Camat dan Lurah Jangan Asal Berpakaian, Atribut Wajib Lengkap

31 Agustus 2026
935
Next Post
Pemkot Kendari Dorong Percepatan Program Satu Rekening Satu Pelajar

Pemkot Kendari Dorong Percepatan Program Satu Rekening Satu Pelajar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, APBD Kendari Diarahkan Perkuat Layanan Publik dan Infrastruktur

Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, APBD Kendari Diarahkan Perkuat Layanan Publik dan Infrastruktur

31 Agustus 2026
Pemkot Kendari Dukung Pemeriksaan BPK, Jadi Momentum Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan RSUD

Pemkot Kendari Dukung Pemeriksaan BPK, Jadi Momentum Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan RSUD

31 Agustus 2026
Sekda Kendari: Camat dan Lurah Jangan Asal Berpakaian, Atribut Wajib Lengkap

Sekda Kendari: Camat dan Lurah Jangan Asal Berpakaian, Atribut Wajib Lengkap

31 Agustus 2026

Terpopuler

  • Pemkot Kendari Ajak Asosiasi Pengembang Perumahan Lengkapi PSU

    Definisi Gratifikasi Dan Dasar Hukumnya

    8651 shares
    Share 3460 Tweet 2163
  • Serentak, Dinkes Kota Kendari Bakal Gelar Vaksinasi Covid-19 Dosis ke Dua

    4559 shares
    Share 1824 Tweet 1140
  • Pengumuman : Seleksi Pengadaan CPNS lingkup Pemerintah Kota Kendari tahun 2024

    3860 shares
    Share 1544 Tweet 965
  • Wali Kota Kendari Lantik Ratusan Pejabat, Camat Lurah dan Kepala Sekolah

    3387 shares
    Share 1355 Tweet 847
  • Sah! Ini 35 Anggota DPRD Kota Kendari Periode 2019-2024

    3144 shares
    Share 1258 Tweet 786




Kendarikota.go.id

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari © 2021

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Pemerintahan
  • Penghargaan
  • Smart City
  • Event
  • Foto
  • Video

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari © 2021