Kendari, kendarikota.go.id – Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., bersama Wakil Wali Kota Kendari Sudirman dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ikut ambil bagian dalam Adhiyaksa Sultra Run yang digelar Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 itu tidak hanya mengajak masyarakat berolahraga. Di balik rute lari yang melintasi sejumlah ruas jalan di Kendari, kegiatan tersebut juga membawa pesan sosial melalui gerakan gotong royong bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Forkopimda dan undangan menempuh rute sekitar 5 kilometer. Start dilakukan dari kawasan Eks MTQ, kemudian peserta bergerak melewati samping SMK 2, berbelok ke arah Praja Futsal, melintasi kawasan Bay Pass The Park, kemudian berbelok ke kiri menuju Polsek Mandonga. Rute dilanjutkan melewati sisi Kantor Kejaksaan Negeri Kendari hingga peserta mencapai garis finis.

Wali Kota Siska bersama Wakil Wali Kota Kendari dan Forkopimda mengikuti kegiatan tersebut bersama peserta lainnya. Wali Kota Kendari juga diberikan kehormatan untuk menyerahkan hadiah pada pemenang lomba.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara Dr. H. Sugeng Hariadi mengatakan Adhiyaksa Sultra Run terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Kendari, Bank Sultra, BNI, BRI, Vale dan PT Antam serta sejumlah pihak lainnya.

Menurut Kajati, kegiatan olahraga seperti ini diharapkan dapat membangun semangat hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarelemen masyarakat.

Namun, pesan yang lebih besar dibawa melalui gerakan sosial yang diumumkan dalam kegiatan tersebut. Kejati Sultra bersama sejumlah pihak menggagas Gerakan Gotong Royong Bedah Rumah untuk masyarakat kurang mampu di 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Program tersebut menargetkan 200 rumah untuk dibedah. Setiap rumah dialokasikan bantuan sekitar Rp50 juta, sehingga kebutuhan dana diperkirakan mencapai Rp9 miliar hingga Rp10 miliar.
Kajati Sugeng mengungkapkan, dukungan yang telah terkumpul melalui rekening Baznas Sulawesi Tenggara saat ini hampir mencapai Rp6 miliar. Sementara komitmen donasi yang segera disalurkan mencapai sekitar Rp3 miliar.
Dengan dukungan tersebut, Kajati optimistis target penggalangan dana dapat segera terpenuhi.
Kejati Sultra juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin ikut bergotong royong melalui donasi zakat, infak dan sedekah. QRIS disiapkan agar masyarakat dapat memberikan bantuan secara mudah.
“Ini adalah gerakan gotong royong. Indonesia adalah negara yang besar, tumbuh kuat karena jiwa gotong royongnya,” kata Kajati.
Kajati berharap gerakan tersebut dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat semangat kepedulian di Sulawesi Tenggara.
Adhiyaksa Sultra Run akhirnya tidak sekadar menjadi agenda olahraga. Dari langkah kaki para peserta, kegiatan tersebut sekaligus mengajak masyarakat bergerak untuk kesehatan dan bergerak bersama membantu sesama.
Pesan itu dirangkum Kajati Sugeng dengan gaya khasnya: “Terus berlari, lari daripada lara. Berlarilah sebelum dilarikan ke rumah sakit.”








