Kendari, kendarikota.go.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, secara resmi membuka kegiatan Lomba Tari Lulo Kreasi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Kendari Tahun 2026, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Kesenian, Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jalan Abunawas, Kelurahan Bende, Kota Kendari. Ajang ini menjadi salah satu upaya mendorong pelestarian seni dan budaya daerah melalui keterlibatan generasi muda di lingkungan pendidikan.

Lomba Tari Lulo Kreasi Tahun 2026 diikuti sebanyak 61 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP se-Kota Kendari. Puluhan satuan pendidikan tersebut turut berpartisipasi dalam kegiatan yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka di bidang seni tari.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Sekda Kota Kendari, Amir Hasan, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Kendari dalam mendukung pengembangan seni budaya di kalangan pelajar. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap pelestarian kebudayaan lokal.

Dalam sambutannya, Sekda Amir Hasan menekankan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal dan mencintai kebudayaan daerah. Seni tradisional, termasuk Tari Lulo, merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dijaga agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

Menurutnya, kegiatan seni di lingkungan sekolah tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat mendukung pembentukan karakter peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, pelajar berkesempatan belajar mengenai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta penghargaan terhadap warisan budaya daerah.
Lomba Tari Lulo Kreasi juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas dalam mengolah gerakan tari. Inovasi yang ditampilkan diharapkan tetap memperhatikan nilai-nilai tradisi yang menjadi ciri khas budaya masyarakat Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Hj.Saemina, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai lomba seni budaya seperti ini memiliki peran penting dalam memberikan ruang pengembangan potensi peserta didik di luar pembelajaran akademik.
Menurut Saemina, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu memberikan perhatian terhadap pengembangan bakat, minat, kreativitas, dan karakter siswa. Seni tari menjadi salah satu media yang dapat digunakan untuk mendukung tujuan tersebut.
Ia juga mengapresiasi partisipasi 61 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP se-Kota Kendari yang ikut menyukseskan kegiatan Lomba Tari Lulo Kreasi Tahun 2026. Keterlibatan sekolah diharapkan dapat memperkuat pembinaan seni dan budaya secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, para peserta didik dapat belajar bekerja sama dalam kelompok, menyelaraskan gerakan, serta membangun rasa percaya diri ketika tampil di hadapan penonton dan dewan juri. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang bermanfaat bagi perkembangan siswa.
Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, lomba ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya daerah. Tari Lulo yang dikenal sebagai salah satu kesenian tradisional masyarakat Sulawesi Tenggara memiliki nilai kebersamaan dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Penyelenggaraan lomba Tari Lulo Kreasi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan seni tradisional kepada generasi muda dengan pendekatan yang kreatif. Dengan demikian, kebudayaan lokal dapat terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.







