Kendari, kendarikota.go.id — Pemerintah Kota Kendari yang diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kendari, Adriana Musarudin, menghadiri acara pelepasan Jamaah Haji Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 1447 Hijriah / 2026 Masehi. Kegiatan tersebut berlangsung di Ball Room K.H. Baedawi, Asrama Haji Kota Kendari, Selasa (5/5/2026).

Acara pelepasan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, unsur Kementerian Haji dan Umrah, serta para calon jemaah haji yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci.

Gubernur Sulawesi Tenggara diwakili Dr. Ir. Pahri Yamsul, M.Si, menyampaikan bahwa, ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi umat Muslim yang mampu, baik secara fisik, mental, maupun finansial. Kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini menjadi anugerah besar, mengingat panjangnya antrean keberangkatan yang mencapai sekitar 26 tahun.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya selama berada di Tanah Suci. Perbanyak ibadah, zikir, doa, serta jadikan momentum haji sebagai sarana introspeksi diri untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Taala,” ujar Pahri Yamsul.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya meraih predikat haji mabrur yang tercermin dari peningkatan hubungan dengan Allah (Hablum Minallah) serta hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas), melalui akhlak yang baik, sikap tolong-menolong, dan kepedulian sosial.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan haji yang inklusif, khususnya bagi jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Petugas haji diharapkan dapat memberikan pelayanan yang ramah, sabar, dan penuh tanggung jawab, serta mengedepankan nilai kemanusiaan dan empati.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Muhammad Lalang Jaya, S.Pd., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah jamaah haji Sulawesi Tenggara tahun 2026 sebanyak 2.064 orang, setelah melalui penyesuaian kuota dan mutasi.
Adapun pembagian kelompok terbang (kloter) terdiri dari lima kloter utuh dan dua kloter gabungan. Jamaah tertua tercatat atas nama Ibu Zubaidah (95 tahun) asal Kota Kendari, sementara jamaah termuda adalah Siti Nurul Asiah (15 tahun), juga dari Kota Kendari.
Dalam sambutannya, ia berpesan kepada seluruh jamaah agar senantiasa menjaga kesehatan, mematuhi aturan dan arahan petugas, menjaga kebersamaan, serta menjaga nama baik daerah dan bangsa selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Pemerintah Kota Kendari melalui Asisten I Setda Kota Kendari menyampaikan dukungan penuh serta doa bagi seluruh jamaah haji agar diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan selama menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.








