Kendari, kendarikota.go.id – Perkembangan teknologi dan media sosial dinilai membuka peluang besar untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan pengetahuan.

Peluang tersebut menjadi perhatian dalam upaya mendorong budaya literasi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Generasi muda pun diberikan ruang untuk ikut menyampaikan pesan-pesan literasi kepada masyarakat melalui berbagai konten kreatif.

Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan mengenai Konten Video Literasi Tahun 2026 dengan mengusung tema “Perkembangan Perpustakaan, Budaya Baca dan Literasi di Kota Kendari yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Rabu Kendari (9/9/2026).

“Kita menyadari bahwa perkembangan teknologi, khususnya media sosial, memiliki peluang besar untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat. Karena itu, kami memberikan peluang kepada pemuda untuk menyampaikan budaya literasi kepada masyarakat,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Rukmana.

Menurut dia, kehadiran konten literasi di media sosial diharapkan dapat memberikan cara pandang baru kepada masyarakat mengenai perpustakaan.
Perpustakaan, kata dia, tidak seharusnya hanya dipandang sebagai tempat untuk membaca buku. Lebih dari itu, perpustakaan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, mengembangkan kemampuan, bertukar gagasan, hingga menghasilkan berbagai karya.
“Harapan kami, video konten ini lebih mendorong masyarakat. Berbeda seperti dulu, sekarang bagaimana perpustakaan menjadi tempat bagi masyarakat untuk belajar dan menghasilkan berbagai karya,” katanya.
Ia menegaskan, literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab perpustakaan. Literasi merupakan bagian dari kehidupan masyarakat dan dapat dilakukan oleh siapa saja.
“Saya menganggap literasi itu bukan punya perpustakaan saja. Literasi itu punya siapa saja untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Melalui edukasi dan konten kreatif yang dibuat generasi muda, masyarakat diharapkan dapat melihat bahwa perpustakaan di Kota Kendari terus berkembang seiring dengan perkembangan budaya literasi.
Transformasi tersebut juga menunjukkan bahwa literasi tidak lagi terbatas pada aktivitas membaca buku secara konvensional. Di era digital, kemampuan mencari, memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara kreatif menjadi bagian penting dari budaya literasi.
Karena itu, keterlibatan anak muda dinilai menjadi salah satu kunci untuk membuat pesan literasi lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama generasi yang sehari-hari menggunakan media sosial.
Selain mendorong masyarakat untuk semakin dekat dengan literasi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan figur-figur baru yang dapat menjadi penggerak literasi di daerah.
“Saya juga berharap peserta lomba dapat menjadi tokoh literasi di Kota Kendari,” katanya.
Harapan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang lebih luas. Bukan hanya perpustakaan yang bergerak, tetapi juga masyarakat, komunitas, dan generasi muda yang turut mengambil peran dalam menyebarkan pengetahuan serta menghasilkan karya yang bermanfaat.







