Kendari, kendarikota.go.id – Pj. Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup menjadi narasumber Podcast yang diselenggarakan oleh Media Kendari Pos, Selasa (30/4/2024). Podcast kali ini membahas bagaimana persiapan-persiapan pelaksanaan HUT ke-193 Kota Kendari dan bagaimana Pemerintah Kota memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa Kota Kendari sudah semakin maju.
Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup mengungkapkan, dalam memeriahkan HUT ke-193 Kota Kendari, Pemerintah Kota Kendari akan melaksanakan berbagai kegiatan dalam kurun waktu selama 4 hari dan acara puncak akan dilaksanakan pada tanggal 9 Mei.
“Di usia yang ke-193 tahun, saya berfikir Kota Kendari harus lebih maju, masyarakatnya lebih sejahtera dan tentunya akan sejajar dengan kota-kota besar lain yang ada di Indonesia, namun kita melihat saat ini di Kota Kendari masih banyak kekurangan-kekurangan yang kita harus benahi, kita harus bentuk wajah Kota Kendari yang bisa mencerminkan bahwa ini adalah Ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara yang tentunya orang tau bahwa Kota Kendari adalah ikon dari Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sultra ini juga mengatakan, Sulawesi Tenggara sangat dikenal dengan daerah kaya karena memiliki Sumber Daya Alam yang begitu besar salah satunya di sektor pertambangan.
Namun menurut Pj Wali Kota Kendari, melihat kondisi yang terjadi khususnya di Kota Kendari tidak seperti apa yang menjadi pandangan orang, masih banyak saudara-saudara kita yang jauh dari harapan.
“Tentunya ini menjadi PR bagi kita semua terkhusus Pemerintah Kota Kendari untuk bagaimana bisa merubah daripada kehidupan masyarakat yang ada di Kota Kendari,” tambahnya.
Selain itu juga, Pj Wali Kota Kendari mengungkapkan, hampir semua wajah Kota Kendari terlihat kumuh dan yang menjadi fokus Pemerintah Kota Kendari saat ini adalah untuk membenahi.
“Saya saat ini bersama Sekda Kota Kendari dan OPD terkait ingin menata dan merubah wajah Kota Kendari menjadi kota yang sesungguhnya diharapkan masyarakat, saya akan memulai dengan menata pedestrian dan drainase yang ada di Kota Kendari, beberapa kawasan-kawasan ada yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Kita lihat coba di kawasan MTQ, itu adalah ikon Kota Kendari, ini sudah tidak sesuai lagi dengan peruntukannya, yang harusnya menjadi ruang terbuka hijau dan bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat yang ada di Kota Kendari untuk berolahraga namun saat ini digunakan oleh Pedagang Kaki Lima (PKL),” pungkasnya. (MR/DH)










