Kendarikota.go.id – Dalam rangka Dies Natalies ke 18 Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik UHO, Himpunan Mahasiswa Arsitektur UHO menggelar rangkaian acara yg salah satunya adalah Diskusi Terbuka (Open Talk) bertema : “Mengingat Kembali Jejak Kota Lulo”.
Acara tersebut dihelat pada hari Kamis (19/12/2019) lalu, bertempat di Aula Fakultas Teknik UHO dan dihadiri oleh segenap civitas mahasiswa jurusan Arsitektur UHO,
Dengan mengundang narasumber dari berbagai kalangan yaitu :
- akademisi sejarah dari UHO : DR.Basrin Melamba, MA.
- Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Prov.Sultra : Arief Saleh Sjamsu, ST.,MT.,
- Ketua Jurusan Arsitektur Fak.Teknik UHO : DR.Ishak Kadir, MT.
4.Perwakilan Dinas PUPR Kota Kendari : Rio Zaputra, ST., MT.

Para narasumber membawakan aneka materi yang memperkaya khasanah pengetahuan tentang Kota Kendari, baik dari perspektif akademisi, pemerintah, kelompok profesi arsitek dan pendidikan kearsitekturan.
Paparan yang menarik dari pakar sejarah DR. Basrin Melamba, MA terkait historiografi kawasan Kota Lama Kendari, mengacu pada sumber-sumber primer yang terangkum dalam penelitiannya, yang mengoreksi pemahaman tentang sejarah Kota Kendari yang selama ini selalu mengacu pada perspektif kolonial. Padahal hal tersebut oleh para sejarawan nasional sudah lama tidak digunakan lagi. Seperti misalnya penggunaan acuan sejarah awal Kota Kendari yang selama ini selalu mengacu pada catatan Kartografer Belanda, J.N.Vosmaer (1830).
“Masih ada sumber lain yaitu sumber lokal dan yang lebih tua usianya daripada itu, seperti misalnya tula-tulano kandari yaitu syair epos kepahlawanan Taengano (Melamba,et.al, 2016 : 155). Ini yang mesti diluruskan kepada publik khususnya generasi muda Kota Kendari,” katanya.
Sementara perwakilan dari Dinas PUPR Kota Kendari, Rio Zaputra, membagi pemahaman dari perspektif bagaimana kebijakan pemerintah tentang arahan pembangunan kota, khususnya perencanaan penataan ruang Kota Kendari.
“Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kendari 2010-2030, yang itupun sedang dalam proses revisi menuju RTRW 2017-2037, yang prosesnya sedang dalam tahapan konsultasi di tingkat Kementerian ATR/BPN,” jelasnya.
Adapun narasumber dari keprofesian arsitektur (IAI) Arief Saleh Sjamsu, MT, memaparkan bagaimana praktek dan peran profesi arsitek terhadap pembangunan kota, sejalan dengan program yang tertuang dalam New Urban Agenda (UN Habitat III) yang dicetuskan di Quito, Ekuador pada Oktober 2016 lalu.
“Jika direncanakan dengan baik, maka urbanisasi akan menjadi opsi yang kuat untuk pengembangan kota yang berkelanjutan, baik bagi negara berkembang maupun negara maju,” ujarnya.
Ketua Jurusan Arsitektur, DR.Ishak Kadir, MT, membagi pemahaman akan bagaimana peran mahasiswa arsitektur dalam proses pembangunan kota.











