Kendari, kendarikota.go.id – Pemerintah Kota Kendari mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan daerah melalui program Youth City Changers (YCC) yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Sabtu (7/2/2026). Forum ini menjadi ruang temu pemuda lintas organisasi untuk merumuskan peran konkret mereka dalam mewujudkan kota yang layak huni, maju, dan berkelanjutan.
Asisten I Setda Kota Kendari, Adriana Musarudin, mewakili Sekda, menegaskan bahwa pemuda tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan. “Pemuda hari ini dituntut tidak hanya kritis, tetapi juga solutif; tidak hanya mampu bersuara, tetapi juga mampu berkarya dan berkontribusi,” ujarnya di hadapan peserta yang terdiri dari Karang Taruna, BEM, serta perwakilan OSIS.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar pemerintah daerah melibatkan kaum muda dalam agenda pembangunan. Melalui YCC, pemuda didorong menjadi agen perubahan di lingkungannya, minimal pada komunitas terdekat, dengan dukungan kolaborasi antara Dispora, KNPI, OKP, sekolah, dan kampus.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kendari, Ridha Wahyuni Nappu, menjelaskan YCC adalah wadah pemuda untuk merancang solusi atas persoalan perkotaan dari aspek sosial, ekonomi, ruang publik, hingga lingkungan. Menurutnya, pelaksanaan YCC di Kendari sejalan dengan visi kota sebagai kota layak huni yang berdaya saing, adil, sejahtera, dan berkelanjutan.

Ridha memaparkan empat isu utama yang menjadi fokus peran pemuda. Pertama, ketenagakerjaan, dengan mendorong pemuda menciptakan usaha mandiri dan inklusif. Kedua, lingkungan, sejalan dengan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) untuk mengatasi persoalan kebersihan kota. Ketiga, digitalisasi, dengan memanfaatkan teknologi secara produktif dan bernilai ekonomi. Keempat, kesehatan mental, sebagai fondasi karakter pemuda agar mampu berkontribusi positif.
“Pemuda adalah motor penggerak perubahan, pembangunan, dan inovasi di lingkungan perkotaan. Peran ini sangat kami harapkan untuk membantu pemerintah mewujudkan Kendari yang lebih baik,” jelas Ridha.
Forum YCC juga menjadi ajang penyamaan persepsi dan pembagian peran antarorganisasi kepemudaan. Pemerintah berharap, dari diskusi ini lahir komitmen bersama dan rencana aksi yang aplikatif, bukan sekadar wacana.
Melalui YCC, Pemkot Kendari ingin memastikan bahwa energi, kreativitas, dan gagasan pemuda benar-benar terarah dalam mendukung pembangunan kota. Dengan kolaborasi yang kuat, generasi muda diharapkan menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan, meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta membangun lingkungan sosial yang sehat.
Langkah ini diharapkan menjadi awal penguatan peran pemuda Kendari sebagai subjek pembangunan yang nyata, sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.














