Kolaka, kendarikota.go.id – Ketua Departemen Kerja Sama, Komunikasi, dan Informasi DPD Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, SP., MM., menghadiri pembukaan Musyawarah Adat Pusat DPP LAT Sulawesi Tenggara yang digelar di Hotel Sutan Raja Kolaka, Kamis (20/11/2025).
Musyawarah adat tahun ini mengangkat tema “Memperkuat Kelembagaan Adat, Menjaga Harkat dan Martabat, serta Memperkokoh Kedaulatan dan Identitas Ketolakian.”
Ketua DPP LAT Sultra, Dr. H. Lukman Abunawas, S.H., M.Si., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa usia organisasi yang mencapai 25 tahun menjadi bukti kuatnya solidaritas lembaga adat terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.
“Alhamdulillah, ini pertanda bahwa LAT sejak berdiri tahun 2000 tetap solid. Dari 400 pengurus, sebagian besar hadir langsung, sisanya sedang bertugas di luar daerah,” ungkapnya.

Lukman menegaskan, LAT akan terus menjaga nilai-nilai leluhur masyarakat Tolaki yang berlandaskan Kalo Sara. Ia menjelaskan makna falsafah inae kona sara iye pinesara, inae lia sara iye pinekasara sebagai pesan agar masyarakat menjunjung adat, serta siap menerima konsekuensi jika tidak mematuhinya.
Ia juga menekankan tiga prinsip hidup masyarakat adat Tolaki yakni mepokoaso (bersatu), medulu (selalu bersama), dan meronga-ronga (saling menghargai). Menurutnya, LAT memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Permendagri Nomor 3 Tahun 1997.
“LAT akan menjadi jembatan antar-generasi, pelindung identitas, dan pengayom masyarakat untuk menjaga kedamaian dan keadilan,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kolaka, H. Amri Djamaluddin, S.STP., M.Si., menyampaikan selamat datang kepada seluruh pengurus LAT se-Sultra. Ia menegaskan peran penting lembaga adat di tengah arus modernisasi.
“Adat istiadat adalah benteng yang menjaga harmoni, etika, dan tata sosial. Pemerintah Kabupaten Kolaka berkomitmen mendukung pelestarian budaya sebagai kebanggaan bangsa,” ujarnya.

Musyawarah ini turut dihadiri jajaran pengurus LAT dari berbagai daerah, termasuk Konawe, Kolaka Timur, Konsel, Buton Utara, Bombana, Kolaka Utara, serta perwakilan organisasi tamalaki se-Sultra.











