Kendari, kendarikota.go.id – Pemerintah Kota Kendari melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Ir. Nismawati, M.Si., membuka kegiatan Rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota Kendari Bulan Oktober Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ruang Rapat Lantai II Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari, Senin (2/11/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari penyampaian perkembangan harga barang dan jasa serta kondisi inflasi di Kota Kendari selama Oktober 2026.

Dalam arahannya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Kendari, Nismawati, menyampaikan pentingnya pemantauan perkembangan harga kebutuhan masyarakat sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas perekonomian daerah.
Menurutnya, informasi mengenai perkembangan indeks harga konsumen dan inflasi menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antara pemerintah daerah, BPS, serta seluruh pihak terkait dalam menjaga kestabilan harga barang dan jasa di Kota Kendari.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Kendari, Sultriawati Efendi, S.P., M.S., dalam pemaparannya menyampaikan bahwa perkembangan harga barang dan jasa pada Oktober 2026 menunjukkan terjadinya deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm) dibandingkan September 2026.
Meski demikian, secara tahunan atau year-on-year (yoy), inflasi Kota Kendari tercatat sebesar 4,47 persen.
Berdasarkan data inflasi Oktober 2026, inflasi tahun kalender atau year-to-date (ytd), yakni perbandingan Oktober 2026 terhadap Desember 2025, tercatat sebesar 4,15 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun secara bulanan terjadi penurunan harga secara umum, perkembangan harga barang dan jasa sepanjang satu tahun terakhir masih mengalami kenaikan.
Jika dirinci berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi bulanan terutama dipengaruhi oleh sejumlah kelompok yang mengalami penurunan indeks harga.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi sebesar 1,32 persen dengan andil terhadap deflasi sebesar 0,14 persen.
Selanjutnya, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi sebesar 1,17 persen dengan andil deflasi sebesar 0,05 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami deflasi sebesar 0,17 persen dengan andil sebesar 0,05 persen. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,27 persen dengan andil sebesar 0,03 persen.
Di sisi lain, sejumlah kelompok pengeluaran justru mengalami inflasi. Kelompok transportasi mencatat inflasi sebesar 0,77 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,12 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,16 persen dengan andil sebesar 0,01 persen.
Kelompok kesehatan juga mencatat inflasi sebesar 0,02 persen, sedangkan kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mengalami inflasi sebesar 0,01 persen.
Adapun kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,05 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga mengalami deflasi sebesar 0,02 persen.
Data tersebut memperlihatkan bahwa pergerakan harga barang dan jasa di Kota Kendari selama Oktober 2026 dipengaruhi dinamika berbagai kelompok pengeluaran, baik yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga.

Pengendalian inflasi menjadi perhatian penting pemerintah daerah guna menjaga stabilitas perekonomian, mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok, serta mempertahankan daya beli masyarakat Kota Kendari.










