Kendari, kendarikota.go.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, mewakili Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM membuka kegiatan Sosialisasi Antikorupsi bertajuk “Dari Kepedulian Menjadi Pengawasan” yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kota Kendari, Rabu (4/11/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung di aula Samaturu, Balai Kota Kendari, dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya memperkuat partisipasi publik dalam pencegahan dan pengawasan tindak pidana korupsi.

Dalam sambutannya, Sekda Amir Hasan menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, dan kejaksaan. Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.


Sekda menyampaikan bahwa kepedulian masyarakat merupakan titik awal yang sangat penting dalam mencegah terjadinya penyimpangan. Kepedulian tersebut harus diwujudkan melalui keberanian menyampaikan informasi apabila menemukan indikasi penyalahgunaan kewenangan maupun praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Tema Dari Kepedulian Menjadi Pengawasan mengandung pesan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti sebatas perhatian, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.
Sekda Amir Hasan juga menekankan pentingnya keterlibatan organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat dalam menyebarluaskan pemahaman antikorupsi, mengawasi penggunaan anggaran, dan mengawal pelaksanaan pembangunan di lingkungan masing-masing.
Sekda menjelaskan bahwa, pengawasan masyarakat bukan berarti mencari-cari kesalahan pemerintah ataupun membangun prasangka terhadap penyelenggara pemerintahan. Sebaliknya, pengawasan merupakan bentuk kepedulian agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik, transparan, dan bertanggung jawab, sehingga anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Sekda berharap kegiatan sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi forum untuk mendengarkan materi, tetapi juga menjadi langkah awal tumbuhnya gerakan kepedulian antikorupsi yang lebih luas di Kota Kendari.
“Pemerintah membutuhkan masyarakat yang tidak hanya menikmati hasil pembangunan, tetapi juga ikut menjaga agar proses pembangunan berlangsung secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kendari ini, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memulai pengawasan dari lingkungan terdekat, baik dari organisasi, komunitas, maupun keluarga. Sebab, menurutnya, pemerintahan yang bersih tidak cukup hanya didukung oleh aturan dan pengawasan internal yang ketat, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang peduli, kritis, dan berani mengambil bagian.
Menutup sambutannya, Jenderal ASN Kota Kendari ini, mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar senantiasa berhati-hati dan menjaga integritas dalam menjalankan amanah serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Setiap tindakan dan keputusan dalam penyelenggaraan pemerintahan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun hukum.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kendari berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi.







