Kendarikota.go.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melaksanakan rapat koordinasi dengan camat dan lurah se Kota Kendari, Minggu (25/7/2022).
Rapat evaluasi tersebut guna mendukung kinerja tenaga kesehatan (nakes) yang kurang lebih dua tahun telah merawat pasien terkonfirmasi positif.
Dalam rapat tersebut Wali Kota Kendari memberikan instruksi untuk membackup tenaga kesehatan.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengapresiasi apa yang telah dilakukan camat dalam mensosialisasikan dan berupaya untuk meyakinkan masyarakat terkait imbuan pelaksanaan salat Idul Adha, meskipun masih terdapat 24 persen masjid yang tetap melaksanakan salat Idul Adha.
Wali Kota Kendari mengatakan, jumlah positif Covid 19 setiap hari terus meningkat, sehingga seluruh camat dan lurah diminta untuk melakukan pengecekan dan agar tidak menimbulkan efek lebih besar.
Untuk diketahui Kecamatan yang terdapat pelaksanaan salat Idul Adha di masjid diantaranya Kecamatan Kendari Barat, Poasia dan Kadia.
Untuk Kecamatan Abeli tidak terdapat pelaksanaan shalat idul adha di masjid ataupun lapangan.
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir juga meminta agar alat komunikasi camat dan lurah selalu aktif.
“Jangan sampai ada camat, lurah di telpon tidak aktif hpnya dengan segala alasan,” ujar Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir.
Sebab menurutnya, Bagi yang memiliki tanggung jawab di pundak harus ada langkah konkret, ada upaya dalam mengatasi penyebaran Pandemi Covid 19.
Untuk itu Wali Kota menginstruksikan agar gugus tugas Covid 19 di tingkat kecamatan dan kelurahan di evaluasi.
“Tolong camat, lurah saya minta evaluasi kembali sejauh mana keaktifan tim gugus tugas yang sudah kita bentuk beberapa tahun lalu,” lanjutnya.
Untuk itu gugus tugas tidak hanya memantau pasien positif Covid 19 yang isolasi mandiri (isoman), tetapi perlu memastikan mendapat pelayanan kesehatan, termasuk siapa yang mensuplai kebutuhan pasien itu.
Dirinya juga berharap gugus tugas membackup nakes di puskesmas dalam hal tracing (pelacakan) dan melakukan pencegahan.
Selain itu orang nomor satu di Kota Kendari itu menginginkan agar tim penyemprot disinfektan dibentuk di tingkat kelurahan.
Hal itu guna mencegah adanya indikasi penularan Covid 19 di rumah warga yang terpapar Covid 19.
“Inikan ada 907 pasien positif Covid. Itu artinya artinya ada 907 titik yang harus di semprot,” ungkapnya.
Untuk itu, dirinya meminta agar kelurahan mengajukan alat semprot, sehingga nantinya tidak ada lagi kendala dalam membentuk tugas ini.
Tak hanya itu untuk membackup nakes Kota Kendari terkait penanganan jenazah Covid 19 camat dan lurah diminta untuk siaga.
“Saya minta camat dan lurah siaga kalau memungkinkan. Bentuk waktu penanganan jenazah,” ucapnya.
Selain itu Wali Kota Kendari juga meminta kesiapan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kendari untuk siap dalam membantu penguburan jenazah Covid 19.
Sehingga hal itu menjadi upaya untuk membantu tenaga kesehatan dan juga puskesmas.
Wali Kota Kendari juga tak lupa mengingatkan dalam bertugas agar tetap waspada dan menjaga kesehatan.








