Kendari, kendarikota.go.id – Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kendari, Maman Firmansyah, membuka kegiatan Dialog Anak Bangsa yang digelar di Universitas Mandala Waluya Kendari, Minggu (26/10/2025). Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi kepemudaan di Kota Kendari. Dialog ini mengangkat tema “Spirit Sumpah Pemuda Refleksi Problema Tiga Bangsa Menuju Kendari Maju dan Beradat.”
Dalam sambutannya, Maman Firmansyah menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, dialog semacam ini merupakan wadah penting bagi generasi muda untuk menyuarakan gagasan dan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, khususnya di tingkat daerah.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para narasumber, di antaranya Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, Rektor Unsultra, dan Ustaz Dr. Maulana LC, pembina yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pemikiran generasi muda.
Asisten I menekankan bahwa, peran pemuda harus diterjemahkan menjadi energi positif yang mampu mendorong kemajuan daerah.
“Kita berharap semangat pemuda tidak hanya berhenti pada tataran seremonial, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang solutif bagi permasalahan daerah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa, Pemerintah Kota Kendari terbuka terhadap ide dan masukan konstruktif dari kaum muda untuk kemajuan bersama.
Dalam kesempatan itu, Maman menguraikan beberapa isu penting yang menjadi perhatian pemerintah daerah, antara lain pengelolaan sampah dan kebersihan kota, penanganan banjir, ketersediaan air bersih, serta pembangunan infrastruktur jalan. Ia menegaskan, keempat isu tersebut merupakan fokus utama Pemerintah Kota Kendari saat ini.
“Kita ingin masyarakat, terutama generasi muda, terlibat aktif dalam menjaga kebersihan, memilah sampah dari sumbernya, dan menjadi bagian dari solusi lingkungan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Maman juga menyinggung pentingnya pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci pembangunan daerah. Ia mengungkapkan bahwa Kota Kendari saat ini menempati peringkat keempat nasional dalam Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), dan pencapaian tersebut harus terus ditingkatkan melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan organisasi kepemudaan.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh doktrin negatif yang dapat menurunkan semangat nasionalisme dan kepercayaan terhadap pemerintah.
“Kita harus tetap berpikir positif, melihat pemerintah sebagai mitra dalam membangun daerah, bukan sebagai lawan. Dengan moral yang kuat, kita bisa menolak segala bentuk provokasi dan isu yang memecah belah bangsa,” pesan Maman.
Mengakhiri sambutannya, Asisten I Setda Kota Kendari berharap kegiatan Dialog Anak Bangsa ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret dan langkah nyata dalam memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan.
“Melalui kolaborasi antara Litmi Kota Kendari dan FMBKI Kendari, kita ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beradat dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya sebelum mengetuk palu pembukaan.










