Kendari, kendarikota.go.id – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Kendari menghadiri rapat rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi Kota Kendari yang dilaksanakan di ruang rapat lantai II Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari, Rabu (1/4/2026).

Mewakili Wali Kota Kendari, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dr. Ir. Nismawati, M.Si menyampaikan bahwa data Indeks Harga Konsumen dan inflasi memiliki peran strategis dalam mendukung perumusan kebijakan pemerintah daerah.
Menurutnya, data statistik yang akurat dan terpercaya menjadi dasar penting dalam menjaga stabilitas harga serta mengendalikan laju inflasi di daerah. Selain itu, data inflasi juga berkaitan erat dengan daya beli masyarakat sehingga memerlukan perhatian bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

Ia menjelaskan bahwa inflasi merupakan salah satu indikator utama dalam melihat perkembangan kondisi perekonomian daerah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah dan Badan Pusat Statistik dalam menghasilkan data yang valid, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketersediaan data statistik yang berkualitas akan membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan strategis yang tepat sasaran, khususnya dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok serta mengendalikan inflasi di Kota Kendari.

Pemerintah Kota Kendari, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta instansi terkait guna menjaga stabilitas perekonomian daerah agar tetap kondusif.
Sementara itu, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari dalam pemaparannya menyampaikan bahwa perkembangan inflasi dipengaruhi oleh beberapa kelompok pengeluaran, di antaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau, transportasi, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga.

BPS juga menjelaskan bahwa pengumpulan data harga dilakukan secara rutin pada sejumlah pasar yang menjadi sampel penghitungan Indeks Harga Konsumen. Data tersebut diolah menggunakan metodologi statistik nasional sehingga mampu menggambarkan kondisi ekonomi daerah secara komprehensif.
Berdasarkan rilis BPS, pada bulan Maret 2026 Kota Kendari mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,30. Secara year on year (y-on-y) inflasi tercatat sebesar 2,95 persen, sedangkan year to date (y-to-d) sebesar 1,16 persen.
Penyumbang utama inflasi bulan Maret 2026 secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,28 persen.
Komoditas utama penyumbang inflasi bulan Maret 2026 secara m-to-m antara lain bahan bakar rumah tangga, beras, bensin, cabai rawit, ikan kembung, udang basah, kangkung, cumi-cumi, sigaret kretek mesin, serta baju muslim wanita.
Sementara itu, penyumbang inflasi utama secara y-on-y berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,84 persen, dengan komoditas utama yaitu ikan kembung.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil 0,77 persen, dengan komoditas penyumbang utama berupa emas dan perhiasan.
Adapun kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil 0,48 persen, dengan komoditas utama berupa tarif listrik.
Angka inflasi tersebut menunjukkan adanya perubahan harga pada beberapa komoditas kebutuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh faktor distribusi, ketersediaan pasokan, serta tingkat permintaan masyarakat.
Pemerintah Kota Kendari terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.








