Kendarikota.go.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari menggelar sosialisasi tempat-tempat bersejarah di wilayah Kota Kendari, Sabtu (5/10/2019).
Plt. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari, Hj. Fauziah A. Rachman memaparkan bahwa, kegiatan ini dilakukan untuk memperkenalkan cagar budaya yang ada agar lebih di kenal oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

“ Kedepan sosialisasi seperti ini bisa terus digelar dan dikembangkan, sehingga frequensi kesadaran masyarakat terhadap pengetahuan cagar budaya bisa merata di seluruh kalangan,” harapnya.
“ Kami akan mengundang fakultas-fakultas lain yang berminat mengenal cagar budaya lebih dekat, saya juga akan sampaikan pada bapak Wali Kota Kendari sekiranya bisa bersama sama membuat study tour mengenal cagar budaya, agar seluruh OPD se Kota Kendari bisa juga lebih dekat mengenal tentang cagar budaya yang berada di Kota Kendari,” tambahnya.

Adapun titik-titik tujuan sosialisasi tempat bersejarah /cagar budaya yang berada di wilayah Kota Kendari ini, di antaranya Masjid dan Gereja di belakang Kantor Camat Kendari. Ini menjadi salah satu Icon Kota Kendari bahwa kerukunan antar ummat beragama sangat terjaga dengan baik.
Selanjutnya di bukit pesisir Kelurahan Mata terdapat Bungker dan Meriam panjang Jepang. Cagar budaya nasional Kota Kendari ini, posisinya tepat berhadapan dengan Laut Banda.
Selanjutnya peserta sosialisasi menyambangi Pulau Pandan di Kelurahan Abeli. Tempat ini dulunya di jadikan sebagai tempat pertahanan
Kolonial Jepang.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, tokoh adat, budayawan, aktivis lingkungan dan mahasiswa UHO serta beberapa dosen pembimbing.
















