Kendarikota.go.id–Forum Anak Kota Kendari (Fantari), menyampaikan secara langsung Suara Anak Kota Kendari dan Suara Anak Indonesia (SAI) tahun 2020 kepada Wali Kota Kendari.
Suara Anak Kota Kendari yang disampaikan Fantari terdiri 8 item langsung dibacakan oleh forum anak di dampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari Sri Yastin Asrun dan didengarkan dan diterima Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir.
Delapan poin itu diantaranya, tingkatkan akses pembuatan akte kelahiran, tingkatkan fasilitas kesehatan ramah anak dan pelayanan kesehatan untuk anak, tingkatkan kualitas pendidikan melalui pelaksanaan implementasi belajar di rumah yang menyenangkan dan lindungi anak dari segala bentuk bulying dan diskriminasi.
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, mengucapkan terima kasih atas partisipasi anak-anak melalui Fantari dalam menyuarakan masalah-masalah yang terjadi dalam pemenuhan hak anak.
Pasangan Siska Karina Imran ini juga berpesan agar Fantari terus aktif menjalankan fungsi sebagai Pelopor dan Pelapor (2P).
“Hati-hati dalam berpendapat terutama di sosial media agar tidak terjebak dalam Undang-Undang ITE. Dipikirkan masak-masak sebelum ingin menyampaikan sesuatu agar tidak berbenturan atau menyinggung pihak lain,” ungkapnya.
Wali Kota juga meminta, anak-anak di Kota Kendari untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi era globalisasi.
Sebelumnya, dalam Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kementrian Pemberdayaan Perempuan memfasilitasi Penyusunan Suara Anak Indonesia (SAI) setiap tahun yang disampaikan kepada Presiden pada Puncak Peringatan HAN.
Tahun ini dalam rangka Peringatan HAN Dinas PP dan PA bersama Forum Anak Kota Kendari memfasilitasi penyusunan SAI Kota Kendari sebagai bahan perumusan SAI 2020 yang kemarin dibacakan pada puncak Perungatan HAN 2020 secara virtual dihadapan Presiden.













