Kendari, kendarikota.go.id — Pemerintah Kota Kendari kembali melanjutkan rangkaian sosialisasi pemilahan dan pengelolaan sampah, kali ini bertempat di Kelurahan Puuwatu, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya serius Pemkot dalam menekan peningkatan volume sampah serta mendorong perubahan perilaku masyarakat sejak dari lingkungan rumah tangga.
Setelah sebelumnya digelar di Kelurahan Bungkutooko, Puuwatu menjadi titik berikutnya sekaligus salah satu wilayah yang diproyeksikan sebagai pilot project pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Dalam sambutannya, Asisten III Setda Kota Kendari, Imran Ismail, menegaskan bahwa saat ini Kota Kendari menghasilkan sampah sebesar 240 ton per hari. Angka tersebut, menurutnya, terus meningkat dari tahun ke tahun dan menuntut perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat.
“Perlu saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini bapak ibu bahwa produksi sampah kita di Kota Kendari hari ini sudah mencapai 240 ton per harinya,” ujarnya.

Imran menjelaskan bahwa kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu tidak memungkinkan untuk terus menampung sampah tanpa adanya intervensi nyata dari masyarakat.
Dengan luas sekitar 30 hektare dan telah digunakan selama kurang lebih 23 tahun, TPA Puuwatu kini berada dalam kondisi kritis.
“Kalau tidak ada penanganan dari awal oleh masyarakat, maka tidak sampai lima tahun lagi TPA Puuwatu kita akan over kapasitas, tidak bisa lagi menampung,” katanya.

Lebih jauh, Asisten III memaparkan bahwa Pemkot Kendari telah membentuk lembaga-lembaga pengelola sampah berbasis masyarakat di 11 kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan. Setiap kecamatan ditunjuk satu kelurahan sebagai percontohan atau pilot project, sesuai arahan Wali Kota Kendari.
“Penting artinya kita membentuk suatu lembaga di tingkat masyarakat bagaimana sampah ini dapat kita tangani bersama,” jelasnya.
Kelurahan Puuwatu menjadi kelurahan terakhir dalam rangkaian sosialisasi yang dilakukan selama beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, 10 kelurahan telah mendapatkan materi serupa sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif.

Asisten III juga menyinggung eksistensi Bank Sampah Al-Faith di Kelurahan Puuwatu yang sudah dikenal sebagai salah satu bank sampah andalan di Kota Kendari. Menurutnya, keberadaan bank sampah tersebut menjadi modal besar bagi warga untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Kami yakin dan kami sudah pahami bahwa di Kelurahan Puuwatu ini malah setiap skala kota, Bank Sampah Al-Faith sudah menjadi andalan untuk Kota Kendari,” pungkasnya.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kabid Persampahan DLHK Kota Kendari, Camat Puuwatu, anggota TP PKK kecamatan dan kelurahan, serta para ketua RT/RW se-Kelurahan Puuwatu.








