Kendarikota.go.id – Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kota Kendari mengunjungi sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Jalan Bolevard Lepo-lepo. Kunjungan bersama sejumlah instansi terkait ini dilakukan untuk melihat perkembangan IKM di Kota Kendari, khususnya yang menempati Sentra IKM yang dibangun Pemerintah Kota Kendari.
Ketua Dekranas Kota Kendari Sri Lestari Sulkarnain mengaku kagum dengan produk dan kualitas yang dihasilkan para pengusaha IKM di Kota Kendari. Dia menduga produk para pengusaha IKM Kota Kendari hanya bermain di tingkat lokal, namun setelah mengunjungi Sentra IKM dan berdiskusi dengan para pengrajin meubel ternyata pruduknya tak kalah dengan produk dari luar.
“Di luar dugaan kita ya, ternyata kota Kendari pekerja yang bergerak di mubel ini luar biasa ya dari hasil kerjanya, dari tingkat kesulitannya bagus, finishingnya oke,” pujinya.
Menurut ketua PKK Kota Kendari ini, pada umumnya kendala para pengrajin terdapat pada penyelesaian akhir (finishing) namun itu terbantahkan setelah melihat kerja para pengrajin meubel di Sentra IKM yang menunjukkan hasil yang mampu bersaing di luar Kota Kendari maupun secara nasional.
“ Tadi bagus sekali. Unpredictable, ternyata Kendari, yang bergerak di IKM ini luar biasa membuat seperti yang di pulau Jawa dan Jakarta,” ungkapnya.
Termasuk pasar, lanjut Sri Lestari para pengusaha IKM ini sudah mampu membuat pasar sendiri termasuk memasarkan melalui online hingga ke mancanegara.

Dia berharap instansi terkait mendukung dan terus memfasilitasi pengembangan usaha IKM khusunya meubel, termasuk menyediakan kebutuhan peralatan yang mereka butuhkan.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindutrian Kota Kendari Benyamin salempang menjelaskan, dari 10 bangunan yang tersedia baru lima unit yang termanfaatkan oleh para pengrajin meubel.

“Meubel itu banyak macamnya ada untuk ruangan kantor, tapi ada juga yang menonjolkan art, seni dan desain,” ungkapnya.
Kedepan kata Benyamin, sentra IKM meubel ini akan mendapat pendampingan khusus dari Kementerian Perindustrian untuk pengembangan usaha para pengrajin. Termasuk dalam memasarkan produk yang telah dibuat.
“Kita akan gandengkan teman-teman yang ada ini, dengan e-smart yang ada di Dirjen IKMA Kementerian Perindustrian,” tambahnya.



















