Kendari, kendarikota.go.id – Pemerintah Kota Kendari tidak hanya menyiapkan Kendari Half Marathon (KHM) 2026 sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui rangkaian festival yang digelar di Lapangan Parkir Balai Kota Kendari, Kamis (23/7/2026).

Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak menikmati perpaduan olahraga, wisata, kuliner, ekonomi kreatif, hingga Gerakan Pangan Murah dalam satu kawasan.

Kegiatan yang menjadi pembuka menuju puncak Kendari Half Marathon pada 26 Juli mendatang itu, diresmikan Wakil Wali Kota Kendari Sudirman mewakili Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.

Dalam sambutannya, Sudirman mengatakan Pemerintah Kota Kendari ingin menjadikan setiap event sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, pelaksanaan Kendari Half Marathon dikemas dengan berbagai kegiatan pendukung yang melibatkan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
“Selain olahraga, masyarakat juga bisa menikmati Festival UMKM, Festival Kuliner, Festival Ekonomi Kreatif, Gerakan Pangan Murah, hingga hiburan musik. Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang perlu terus didorong melalui event berskala besar. Pemerintah Kota Kendari, kata dia, berkomitmen menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut meski nantinya tanpa dukungan pemerintah pusat.
Menurut Sudirman, antusiasme peserta menjadi indikator bahwa Kendari Half Marathon semakin mendapat tempat di tingkat nasional. Sebanyak 3.000 peserta dari 21 provinsi dan 72 kabupaten/kota telah memastikan keikutsertaan, bahkan seluruh kuota peserta telah habis terjual.
“Ini membuktikan Kendari mulai dikenal sebagai destinasi sport tourism. Insya Allah kegiatan ini akan terus menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Kendari,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, Hermawati, menjelaskan Kendari Half Marathon 2026 mengusung tema “Run the Bay, Experience Kendari, dan Enjoy Every Pace”. Ketiga tema tersebut menggambarkan pengalaman yang ingin dihadirkan kepada peserta, yakni menikmati olahraga sambil mengenal potensi wisata, budaya, dan produk lokal Kota Kendari.
Festival yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari dengan melibatkan sekitar 20 tenant yang terdiri atas pelaku UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, hingga pameran produk lokal. Pengunjung juga disuguhkan hiburan live music setiap malam sebagai daya tarik tambahan.
Menurut Hermawati, pemerintah menargetkan transaksi ekonomi selama festival mencapai Rp500 juta hingga Rp700 juta. Target tersebut diyakini realistis mengingat ribuan peserta dari luar daerah diperkirakan akan meningkatkan aktivitas belanja, kunjungan ke destinasi wisata, penggunaan transportasi, hingga tingkat hunian hotel di Kota Kendari.
“Kami ingin Kendari Half Marathon memberikan dampak ekonomi yang nyata. Bukan hanya sukses dari sisi penyelenggaraan olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan perdagangan, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kendari Half Marathon telah mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan diharapkan ke depan dapat masuk dalam kalender event nasional. Dengan demikian, ajang ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kota Kendari, tetapi juga menjadi etalase promosi daerah yang mampu menarik lebih banyak wisatawan dan investor.








