Kendarikota.go.id – Dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan pajak, Pemerintah Kota Kendari membuat terobosan yakni pencatatan pajak dilakukan secara digital. Sehingga data yang dihasilkan lebih akuntabel dan penyelenggara pemerintahan dapat terhindar dari peluang-peluang penyelewengan pajak.
Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Kendari H. Sulkarnain K. saat memberikan sambutan pada rapat koordinasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan DPRD Kota Kendari terkait optimalisasi pajak daerah yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kota Kendari, Kamis (12/12).

“Kami benar-benar mendapat dukungan dari KPK dalam upaya meningkatkan PAD melalui pemasangan alat perekam pajak di tempat –tempat usaha, kami tetap mengharapkan bantuan dari DPRD dan KPK dalam pengawasan perekam pajak ini” Ujar Sulkarnain
Lebih lanjut Walikota mengharapkan di kesempatan yang baik ini pula semua pihak baik Pemkot Kendari, DPRD maupun KPK bisa menyatukan persepsi dan komitmen bersama agar program pengelolaan pajak yang sedang dijalankan Pemkot Kendari dapat dikawal secara bersama agar dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Koordinator Wilayah VIII Koordinasi dan Supervisi KPK Adlinsyah M Nasution atau yang biasa disapa Bang Coki menerangkan agenda pertemuan hari ini untuk melakukan monitoring Center of Prevention (MCP).
MCP merupakan aplikasi evaluasi monitoring yang memberikan informasi capaian kinerja program koordinasi dan supervise pencegahan korupsi (Korsupgah) yang dilaksanakan oleh seluruh Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia.
“MCP ini meliputi 8 area intervensi yakni perencanaan dan penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, PTSP, Kapabilitas APIP, Manajemen ASN, Dana Desa, Optimalisasi PAD, serta Manajemen Aset Daerah” Ujar Coki.
“Aplikasi MCP ini”, lanjut COKI, “ dapat memudahkan pemerintah daerah melaksanakan self assessment” tutur Coki

Sementara itu Ketua DPRD Kota Kendari, H.Subhan mengatakan pertemuan ini bisa menjadi langkah Pemerintah dan DPRD dalam memaksimalkan potensi penerimaan PAD Kota Kendari.
“Pertemuan ini bagian dari upaya kita mewujudkan Kota Kendari sebagai Kota Layak Huni berbasis teknologi dalam meningkatkan PAD melalui alat perekam Pajak” Ungkap Subhan.










