Kendari, kendarikota.go.id– Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2027 yang digelar di Kabupaten Kolaka, Selasa (5/5/2026). Forum ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang lebih terintegrasi, termasuk bagi Kota Kendari sebagai ibu kota provinsi.

Musrenbang kali ini merupakan yang kedua dalam periode RPJMD Provinsi Sulawesi Tenggara 2025–2029. Kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan rumusan perencanaan yang komprehensif serta mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat melalui pendekatan dari bawah atau bottom-up.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dalam arahannya menekankan pentingnya forum Musrenbang sebagai ruang utama untuk menyerap dan menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara terencana. Ia mengingatkan agar seluruh usulan pembangunan benar-benar berbasis data dan tidak sekadar formalitas.

“Kalau tidak terakomodir di Musrenbang, maka akan sulit ditindaklanjuti karena tidak masuk dalam perencanaan anggaran. Semua persoalan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pengentasan kemiskinan harus dibahas di sini,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Gubernur juga menyoroti capaian makro pembangunan Sulawesi Tenggara yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tercatat sebesar 5,70 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Selain itu, tingkat kemiskinan mengalami penurunan dari 10,63 persen pada 2024 menjadi 10,14 persen di 2025.
Khusus untuk Kota Kendari, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi yang tertinggi di Sulawesi dengan nilai 86,36. Angka ini menempatkan Kendari sebagai salah satu daerah dengan kualitas pembangunan manusia terbaik di kawasan tersebut.
Gubernur menyebut Kota Kendari sebagai etalase provinsi yang perlu terus ditingkatkan kualitas pembangunannya, baik dari sisi infrastruktur, pelayanan publik, maupun tata kelola perkotaan. Hal ini menjadi dorongan bagi pemerintah kota untuk terus melakukan pembenahan di berbagai sektor.
Selain itu, isu pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan juga menjadi perhatian dalam Musrenbang. Pemerintah provinsi berkomitmen memperkuat dukungan anggaran bagi kabupaten dan kota, termasuk dalam pembangunan infrastruktur yang lebih merata.
Bagi Kota Kendari, keikutsertaan dalam forum ini menjadi langkah strategis untuk memastikan program prioritas daerah dapat terintegrasi dengan kebijakan provinsi. Wali Kota Kendari menilai, sinkronisasi perencanaan sangat penting agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Wali Kota Siska menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam menyusun program pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, pendekatan berbasis data menjadi kunci agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak nyata.
“Perencanaan harus dimulai dari data yang akurat, sehingga program yang dijalankan mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Melalui forum ini, Pemerintah Kota Kendari berharap seluruh usulan program prioritas dapat terakomodasi dengan baik dalam perencanaan pembangunan tahun 2027. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dinilai menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan posisi strategis sebagai ibu kota provinsi, Kendari diharapkan terus berperan sebagai motor penggerak pembangunan di Sulawesi Tenggara, sekaligus menjadi wajah daerah yang mampu menunjukkan kemajuan di berbagai sektor.








