Kendari, kendarikota.go.id – Hari kedua Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kota Kendari berlangsung semarak di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Kamis (21/5/2026). Sebanyak 14 peserta tampil bergantian membawakan cerita rakyat daerah dengan gaya penuh ekspresi dan kreativitas yang mengundang perhatian penonton maupun dewan juri.

Setiap peserta diberi waktu selama 10 menit untuk menampilkan kemampuan bertutur mereka. Meski masih duduk di bangku sekolah dasar, para siswa terlihat percaya diri saat menyampaikan cerita dengan penghayatan karakter, intonasi suara, hingga gerak tubuh yang mendukung alur kisah.

Menariknya, lomba tidak hanya menyajikan kemampuan berbicara, tetapi juga kreativitas kostum. Sejumlah peserta tampil mengenakan pakaian adat daerah, kostum lebah, hingga atribut unik yang disesuaikan dengan tema cerita yang dibawakan. Ada pula peserta yang tetap menggunakan seragam sekolah namun dipadukan dengan properti pendukung agar penampilan lebih hidup.
Riuh tepuk tangan beberapa kali terdengar saat peserta tampil di atas panggung. Guru pendamping dan orang tua yang hadir tampak antusias memberikan dukungan kepada anak-anak yang sedang berlomba.

Beberapa peserta yang tampil pada hari kedua di antaranya Muhammad Bintang Ma’ruf Irwan dari SD Negeri 34 Kendari yang membawakan cerita “Anano Oleo (Ayahnya Matahari)”. Penampilan berikutnya datang dari Syifa Nurmaulid asal MI Baitul Mukhlisin dengan cerita “Pu’uno Surya Anaya (Pohon Surya Anaya)”.
Peserta lain seperti Alfarisqi Jaya Mustafa dari SD Negeri 85 Kendari juga membawakan kisah “Anano Oleo”, sedangkan Azila Za Fitri dari SD Negeri 61 Kendari tampil membawakan cerita rakyat “La Buroto”.
Sementara itu, Annisa Faiha Ardani dari SD Ibnu Abbas Kendari tampil percaya diri melalui cerita “Sambialano Anawai Ngguluri”. Ada pula Benedicta Abigail Resty dari SD Katolik Pelangi Kendari yang membawakan kisah “Pu’uno Surya Anaya”.
Cerita bertema persatuan juga hadir melalui penampilan Dzhara Khusyita Rahmadani dari SD Negeri 98 Kendari dan Alysa Aimara Kalandra Razake dari SD Negeri 96 Kendari dengan judul “Kafotalo Kosibaribarihantomu (Kemenangan Bersama)”.
Selain menjadi ajang kompetisi, lomba bertutur ini menjadi sarana menanamkan budaya literasi dan kecintaan terhadap cerita rakyat daerah kepada generasi muda. Para peserta tidak hanya dituntut menghafal cerita, tetapi juga memahami pesan moral yang terkandung dalam kisah yang mereka bawakan.
Melalui lomba tersebut, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip berharap minat baca dan kemampuan komunikasi anak-anak terus berkembang sejak dini. Kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang percaya diri, kreatif, serta mengenal budaya daerahnya sendiri.
Lomba bertutur tingkat SD/MI se-Kota Kendari dijadwalkan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan untuk menentukan peserta terbaik yang akan mewakili Kota Kendari pada ajang tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.








