Kendari, kendarikota.go.id – Pembentukan karakter anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Kendari tidak hanya dilakukan melalui latihan fisik, baris-berbaris dan kedisiplinan. Para peserta juga dibekali kemampuan menghadapi perkembangan teknologi agar mampu menggunakan media digital secara cerdas dan bertanggung jawab.

Hal tersebut menjadi salah satu materi dalam pembekalan Paskibraka Kota Kendari yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, Senin (10/8/2026) malam.

Dalam sesi tersebut, Sahuriyanto mengajak para peserta melihat handphone dan media sosial bukan sekadar sarana hiburan, tetapi sebagai perangkat yang dapat dimanfaatkan untuk belajar, mencari informasi, mengembangkan kreativitas hingga menghasilkan karya.

Menurutnya, teknologi pada dasarnya merupakan alat. Manfaat atau dampak yang ditimbulkan sangat bergantung pada bagaimana seseorang menggunakannya. Karena itu, peserta Paskibraka diminta mampu mengendalikan penggunaan teknologi, bukan justru dikendalikan oleh teknologi.

Materi pembekalan juga menyoroti pentingnya menjaga jejak digital. Setiap unggahan, komentar maupun konten yang dibagikan dapat meninggalkan rekam digital sehingga peserta perlu membiasakan diri berpikir sebelum mengunggah atau menyebarkan informasi.

Sahuriyanto mengingatkan agar peserta tidak terburu-buru membagikan informasi yang diterima melalui media sosial. Informasi perlu dibaca, dipahami dan diperiksa kebenarannya terlebih dahulu sebelum diteruskan kepada orang lain.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai berbagai ancaman di ruang digital, mulai dari hoaks, cyberbullying, penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi hingga risiko pembajakan akun.
Dalam menjaga keamanan digital, para peserta diminta tidak sembarangan membagikan data pribadi seperti nomor telepon, alamat, dokumen identitas, kata sandi maupun kode OTP. Penggunaan kata sandi yang kuat serta autentikasi dua faktor juga menjadi bagian dari langkah sederhana untuk memperkuat keamanan akun.
Sementara dalam penggunaan handphone sehari-hari, peserta diajak menerapkan pengaturan waktu agar tidak mengganggu aktivitas utama selama mengikuti pendidikan dan pelatihan. Penggunaan handphone secara berlebihan dapat berdampak pada kualitas tidur, konsentrasi, kesehatan mata, emosi dan hubungan sosial.
Untuk itu, peserta disarankan menerapkan kebiasaan sederhana seperti mematikan notifikasi yang tidak penting, menggunakan fitur pengaturan waktu layar, mengaktifkan mode fokus serta menyimpan handphone ketika sedang mengikuti latihan atau belajar.
Di sisi lain, Sahuriyanto mendorong para Paskibraka memanfaatkan perangkat digital untuk meningkatkan kemampuan. Handphone dapat digunakan untuk mencari bahan belajar, menemukan referensi, membuat karya kreatif hingga mengembangkan keterampilan baru.
Ia juga menyinggung pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai salah satu teknologi yang dapat membantu proses belajar. Namun, teknologi tersebut harus ditempatkan sebagai pendamping, bukan pengganti kemampuan berpikir. Informasi yang diperoleh tetap perlu dipahami dan diperiksa kembali.
Pembekalan literasi digital tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk Paskibraka yang tidak hanya memiliki disiplin dan kemampuan menjalankan tugas kenegaraan, tetapi juga memiliki karakter kuat ketika berhadapan dengan perkembangan teknologi.
Dengan bekal tersebut, anggota Paskibraka Kota Kendari diharapkan mampu menjadi contoh bagi generasi muda, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika berinteraksi di ruang digital.








