Kendarikota.go.id – Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menyerahkan dana BLM dan meletakkan batu pertama pembangunan drainase program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Mataiwoi Kecamatan Wua-wua Kota Kendari, Rabu (1/7/2020).
Kelurahan Mataiwoi mendapat alokasi anggaran Program Kotaku sebesar Rp 1 miliar untuk penanganan kawasan kumuh di 7 titik.
Pembangunan Drainase sepanjang 200 meter di RT 09 RW 03 ini, menggunakan anggaran Rp 54.555.000.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mememinta masyarakat Kelurahan Mataiwoi bersama-sama mengawal program Kotaku.
“Mari kita mulai ambil bagian dari awal, jangan nanti ada masalah baru melapor, kalau mau kawasan baik, mari kita bekerjasama,” ungkapnya.
Wali kota menambahkan selain penataan kawasan di Bungkutoko, Kota Kendari juga mendapat program penataan kawasan Kali Mandonga sebesar Rp 7 miliar. Program ini sudah mulai dikerjakan tahun 2019.

Kepala Balai Prasana Permukiman Wilayah Sultra Ditjen PUPR Mustaba mengatakan, tahun 2020 Kota Kendari mendapat alokasi anggaran Rp 4 miliar di 4 kelurahan.
Menurutnya, jika program Kotaku bisa berkolaborasi dengan dana kelurahan, maka jumlah kawasan kumuh di Kota Kendari bisa berkurang.
“Saya berharap program ini bisa selesai tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya karena nanti apa yang dikerjakan ini diaudit BPKP, sebagai pertanggung jawaban,” katanya.

epala Balai Prasana Permukiman Wilayah Sultra Ditjen PUPR Mustaba
Untuk penanganan kawasan Bungkutoko, Mustaba berharap kedepan bisa dikembangkan menjadi wisata air, setelah penangan kawasan itu selesai.
Sementara itu, Koordinator Kota Program Kotaku Langkarisu mengatakan, kawasan kumuh di Kelurahan Mataiwoi seluas 2,5 hektar dengan skor kawasan kumuh sebesar 24 atau berada pada kategori kumuh ringan.
Dia berharap setelah turunnya intervensi program Kotaku, jumlah kawasan kumuh di Kelurahan Mataiwoi bisa berkurang bahkan hilang.




















