Kendari, kendarikota.go.id – Pemerintah Kota Kendari memberikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan kedaulatan ekonomi di wilayah kepulauan Sulawesi tenggara melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026. Hal ini ditandai dengan hadirnya Staf Ahli Pemerintah Kota Kendari, Alda Kesutan, S.Sos., mewakili Wali Kota Kendari dalam Acara pelepasan tim ekspedisi yang berlangsung di Dermaga Lanal Kendari, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Tenggara dengan TNI Angkatan Laut (AL). Ekspedisi ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi layak edar hingga ke pelosok negeri, di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di wilayah hukum Sulawesi Tenggara.

Ekspedisi yang akan berlangsung selama tujuh hari, terhitung sejak 5 hingga 11 Mei 2026, Menggunakan armada tangguh milik TNI AL tim akan menyasar lima pulau di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di Provinsi Sulawesi Tenggara. Tim ekspedisi dijadwalkan menempuh rute pelayaran mulai dari Kota Kendari menuju Pulau Wangi-Wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia, Pulau Binongko, dan berakhir di Pulau Runduma.

Pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak hanya berfokus pada layanan penukaran uang kas keliling guna menarik uang tidak layak edar, namun juga mengusung misi sosial dan edukasi. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi sosialisasi “Cinta, Bangga, Paham Rupiah”, penyaluran Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa bantuan pendidikan dan kesehatan, serta penyelenggaraan pasar murah guna menjaga stabilitas harga di wilayah kepulauan.

Kehadiran Staf Ahli Wali Kota Kendari dalam kegiatan penting ini menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Kendari terhadap sinergi lintas instansi yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi kerakyatan dan integrasi nasional.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten II Setda Provinsi Sultra (mewakili Gubernur), Direktur Departemen Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia, Danguskamla Koarmada II, Danlanal Kendari, serta jajaran Forkopimda Sulawesi Tenggara.
Sinergi antara otoritas moneter, pangkalan militer, dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat simbol kedaulatan negara melalui penggunaan mata uang Rupiah di seluruh wilayah perairan Sulawesi Tenggara.








