Kendari, kendarikota.go.id — Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, didampingi Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, menghadiri kegiatan Temu Bisnis “Tumbuh Bersama Melalui Kolaborasi Inovatif Membangun Ekosistem Industri Daerah yang Berdaya Saing”, yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnaker) Kota Kendari, bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Kendari. Kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel Kendari, Senin (27/10/2025).
Temu bisnis ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk memperkuat sinergi dan kemitraan ekonomi lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan bahwa kemajuan ekonomi tidak bisa dicapai tanpa kolaborasi lintas sektor.
“IKM memiliki peran vital dalam perekonomian nasional. Sektor ini menyumbang sekitar 21 persen nilai output industri dan menyerap lebih dari 65 persen tenaga kerja. Di Kendari sendiri, kontribusi para pelaku usaha menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih atas kerja keras dan semangat para pelaku ekonomi kita,” ujar Wali Kota.

Wali Kota menambahkan, tantangan ke depan akan semakin besar dengan adanya kebijakan nasional yang mengurangi dana transfer pusat ke daerah. Namun, ia menegaskan pentingnya ketahanan ekonomi lokal, sebagai solusi menghadapi perubahan tersebut.
“Kita harus tetap kuat dan produktif. PAD yang kokoh hanya bisa tercapai jika perekonomian daerah hidup dan masyarakatnya kreatif serta mandiri,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Wali Kota Kendari mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, Pemkot melalui Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DPKU), dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari akan membangun Pusat Pelatihan dan Inkubasi Bisnis sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan pelaku UMKM. Pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan tanpa bunga dan tanpa agunan bagi masyarakat pelaku usaha produktif.

“Melalui forum temu bisnis ini, kami ingin membangun sinergi dan kemitraan yang saling menguntungkan, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal Kendari,” tutupnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK/Dekranasda Kota Kendari, Ketua Kadin Kota Kendari, Ketua PHRI, perwakilan HIPMI, asosiasi ritel, Bank Indonesia, perbankan se-Kota Kendari, serta pelaku UMKM dan pengusaha lokal. Suasana penuh semangat kolaborasi tampak mewarnai forum yang diharapkan menjadi awal lahirnya ekosistem bisnis yang inovatif dan berdaya saing di Kota Kendari.










