Kendarikota.go.id – Wali Kota Kendari H. Sulkarnain K, SE., ME menghadiri pertemuan tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD).
Pertemuan itu diikuti melalui video konference di Media Center Rumah Jabatan Wali Kota didampingi Kepala OJK perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sekretaris daerah (Sekda) Kota Kendari.
Dewan Komisaris OJK, Tirta Segara, mengharapkan di tengah Pandemi ini, percepatan akses keuangan daerah dapat lebih masif sesuai dengan rencana aksi daerah/road maps 2021-2025.

Di Tahun 2022 dapat terbentuk lebih banyak lagi implementasi program tematik TPAKD dalam akselerasi layanan keuangan digital serta implementasi bisnis matching untuk mendorong bisnis di daerah.
Tirta Segara mengungkapkan, salah satu capaian di tahun 2021 adalah pembukaan rekening untuk pelajar, hingga Desember tahun ini sudah terdapat 62,7 persen pelajar telah memiliki rekening.
“Beberapa capaian akselerasi, pembukaan rekening tabungan melalui, satu rekening satu pelajar (Kejar) dalam rangka Indonesia menabung,” ungkapnya melalui video conference, Kamis (16/12/2021).
Lanjutnya, untuk mensukseskan itu dibutuhkan dukungan dari pemerintah daerah sehingga pengimplementasiannya dapat lebih masit.
Selain itu akses pembiayaan yang mudah dan cepat perlu dilakukan untuk melawan rentenir atau pinjaman online yabg saat ini cukup marak di masyarakat. Kini telah tersalurkan ke 134 debitur.
“Akselerasi program pembiayaan, biaya yang murah dan cepat dalam hal melawan rentenir, untuk melawan pinjaman ilegal yang cukup marak,” ucapnya.
Terbentuknya TPAKD juga berdampak pada pemberdayaan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas melalui digitalisasi UMKM seperti UMKM go ekspor dan UMKM naik kelas yang mendorong UMKM dapat bersaing serta mendapatkan akses permodalan yang mudah.
Tirta Sagara pun mengharapkan agar stakeholder dan yang bekerja di sektor jasa keuangan dapat mewujudkan road maps tahun 2021-2025 dan harapannya pertemuan tahunan rapat koordinasi TPKAD dapat menjadi momentum untuk pemulihan ekonomi nasional.








