Kendarikota.go.id – Sebanyak 1428 peserta dinyatakan lulus passing grade pada seleksi kompetisi dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Kendari tahun anggaran 2019.
Dari 3563 peserta yang terdaftar sebagai peserta, 162 diantaranya tidak hadir mengikuti ujian dari 20 sesi ujian.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Data Manusia (BKPSDM) Kota Kendari, Susanti, mengatakan bagi mereka yang tidak mengikuti tahapan ujian tidak ada toleransi karena sudah tidak hadir.
“Sebagian juga sudah hadir tapi terlambat, jadi mereka tidak ikut dan itu sudah ketentuan pusat,” kata Susanti, Rabu (12/2/2020).

Saat ini pihak panitia lokal sedang melakukan pengimputan berdasarkan peserta yang lulus di bidang masing – masing formasi dan dikali tiga berdasarkan kuota yang dibutuhkan. Dari peserta yang lulus pasing grade, katanya.
Sedangkan untuk ujian lanjutan yakni seleksi kompetensi bidang (SKB) bagi peserta yang lulus kompetensi dasar, panitia lokal masih menunggu informasi dari Panselnas BKN pusat.
“Kemungkinan tes SKB ini dilakukan bulan Maret,” lanjut Susanti.
Dia juga belum memastikan apakah semua formasi yang dibutuhkan pemerintah kota terisi atau tidak karena belum keseluruhan terimput.
Dari hasil tes, nilai tertinggi dari keseluruhan peserta adalah 422 sebanyak dua orang pada formasi guru. Berdasarkan hasil tes jika dibandingkan dengan tes CPNS sebelumnya, dia menilai bahwa ini merupakan faktor penurunan standar penilaian.
“Kalau tahun lalu itu standar nilainya tinggi-tinggi, tapi tahun ini banyak yang lulus sampai 1428, padahal tim dari BKN itu katanya tahun lalu hampir setiap sesi itu ada yang tidak lulus, tapi tahun ini hampir setiap sesi lulus bahkan puluhan yang lulus,” ungkapnya.
Susanti juga menilai berdasarkan hasil tes ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tes ini betul-betul murni tidak ada permainan-permainan didalamnya murni hasil tes peserta.
“Nilainya semua murni tidak ada orang kedua atau ketiga, buktinya saja peserta yang tidak hadir tidak diizinkan ikut, artinya ini sudah menggambarkan bahwa mereka yang tidak ikut itu sudah kelihatan kedisiplinannya ketika misalnya jadi PNS,” pungkasnya.








