Kendarikota.go.id – Sejak dilaunching Wali Kota Kendari bulan juni lalu, program Pondok Aman Pembinaan Keluarga Sejahtera (Pampers) yang di gawangi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk Dan KB) Kota Kendari telah menampakan hasil yang positif, dimana indikator Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) terus meningkat diantaranya peningkatan ratio akseptor KB.

Hingga Bulan Oktober ini, Dinas Dalduk dan KB telah melaksanakan Program Pampers di 7 (Tujuh) Kecamatan, dimana pada akhir tahun ditargetkan program ini sudah akan menjangkau 10 Kecamatan, sehingga seluruh masyarakat Kota Kendari bisa terlayani Program ini.
Camat Kadia Syamsu Alam ketika membuka Sosialisasi Program Pamers di Kecamatan Kadia, Jum’at (12/10), menyebut program ini sangat penting, karena kegiatan ini melibatkan masyarakat dan semua kegiatan yang bertujuan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat itu harus didukung dengan penuh, tentu dengan komunikasi yang baik diantara instansi terkait.

“Seperti namanya Pondok aman, ini (program pampers) bisa menjadi wadah untuk memberikan kita ketenangan, sehingga semua hal yang berhubungan dengan peningkatan kualitas keluarga didapatkan masyarakat melalui program pampers ini” ujarnya.
Sebagai Narasumber dalam kegiatan sosialisasi ini Kepala Dinas Dalduk dan KB, Hj. Hasria dalam memaparkan Pemerintah memasang target program ini di setiap Kecamatan, karena masih adanya usia pernikahan dini, admit kebutuhan berkb yg tidak terpenuhi, ratio akseptor yang harus dipertahanakan karena angkanya sudah cukup tinggi mencapai angka diatas 80%.

Ada delapan jenis pelayanan bisa diperoleh dan dimanfaatkan masyarakat pada Program Pampers ini, antara lain pelayanan konsultasi balita, konseling alat kontrasepsi (KB), konseling remaja, seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang, konseling lansia, konseling pranikah, misalnya pernikahan diusia dini, konseling kesehatan reproduksi, dan konseling peningkatan usaha produksi keluarga.
















