Kendari, kendarikota.go.id – Pemerintah Kota Kendari melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari melanjutkan Sosialisasi Pengelolaan dan Pemilahan Sampah Rumah Tangga yang digelar, Minggu (16/11/2025) di Kelurahan Mokoau. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pilot project Kelurahan Bersih Sampah yang terus didorong oleh Pemerintah Kota Kendari untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi berdampak langsung pada meningkatnya volume sampah harian. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Sekda juga menekankan bahwa kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan perubahan pola pikir menuju gaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan kembali sampah yang masih bernilai guna, sehingga dapat mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan meningkatkan potensi ekonomi melalui kegiatan daur ulang.
Ia berharap melalui sosialisasi ini, partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dapat semakin meningkat sehingga cita-cita mewujudkan Kota Kendari yang bersih, sehat, dan berkelanjutan dapat segera terwujud.
Sementara itu, Kepala DLHK Kota Kendari, Hj. Erlis Sadya Kencana, turut memberikan penjelasan mengenai konsep pemilahan sampah, yang meliputi sampah organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Ia memaparkan bahwa pemilahan sampah bertujuan mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, sekaligus meningkatkan proses daur ulang.
“Sampah organik berupa sisa makanan dan daun; sampah anorganik seperti plastik, kaca, kertas, dan logam; serta sampah B3 seperti baterai, limbah medis, dan obat kedaluwarsa,” jelasnya.

Program Kelurahan Bersih Sampah diharapkan dapat menjadi percontohan bagi kelurahan lain di Kota Kendari. Melalui kolaborasi antara pemerintah kota, komunitas lingkungan, bank sampah, hingga masyarakat umum, sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berkembang lebih efektif dan berkelanjutan. Pemerintah Kota Kendari juga berkomitmen memperkuat fasilitas pengelolaan sampah terpadu serta mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Acara tersebut turut dihadiri Asisten I Setda Kota Kendari, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kendari, Camat Kambu, Lurah Mokoau, ketua RT dan RW se-Kelurahan Mokoau, serta Ketua Tim Penggerak PKK bersama para anggota. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung upaya pengurangan sampah rumah tangga secara terpadu.












