Kendari, kendarikota.go.id – Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menghadiri pembukaan Sultra Maimo 2026 yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara di The Park Kendari, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui digitalisasi, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta perluasan akses pasar hingga ke tingkat ekspor.

Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dan dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Edwin Permadi, Kepala Bea Cukai Kendari, Kepala Badan Karantina Sulawesi Tenggara, jajaran pemerintah daerah, pelaku UMKM, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Mengusung semangat mendorong ekonomi daerah yang lebih kompetitif, Sultra Maimo 2026 menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran produk UMKM, business matching, festival kuliner, seminar, kompetisi kopi, fashion show, hingga edukasi digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Menurutnya, di era transformasi digital saat ini, pelaku UMKM dituntut tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pemasaran, pengelolaan usaha, dan kemudahan transaksi.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengapresiasi Bank Indonesia yang terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS. Transformasi digital menjadi salah satu kunci agar UMKM mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” ujar Gubernur.
Ia juga mendorong agar semakin banyak produk unggulan Sulawesi Tenggara mampu menembus pasar ekspor melalui pendampingan yang berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, penguatan kemasan, serta perluasan akses pemasaran.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur bersama Bank Indonesia, Wakil Wali Kota Kendari dan sejumlah pihak terkait meresmikan Gerai Ekspor Sulawesi Tenggara (Gekra), sebuah pusat layanan terpadu yang memberikan konsultasi, pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi ekspor bagi pelaku UMKM.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Edwin Permadi menjelaskan, Sultra Maimo 2026 berlangsung pada 2–9 Agustus 2026 dengan tiga fokus utama, yakni peningkatan kapasitas UMKM, percepatan digitalisasi melalui QRIS, dan penguatan akses ekspor produk lokal.
Menurutnya, sejumlah UMKM binaan Bank Indonesia yang telah lolos proses kurasi akan mengikuti ajang nasional Karya Kreatif Indonesia di Jakarta serta Festival Ekonomi Syariah sebagai upaya memperluas pasar produk unggulan Sulawesi Tenggara.
Rangkaian pembukaan Sultra Maimo 2026 juga ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) ekspor oleh empat UMKM Sulawesi Tenggara, yakni Komunitas Wanita Tani Matahari, PT Dapur Ulfa Masa Gena, UD Sinar Buton, dan PT BHFM. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Kepala Bea Cukai Kendari, dan Kepala Badan Karantina Sulawesi Tenggara sebagai bentuk komitmen bersama mendorong produk lokal memasuki pasar internasional.
Kehadiran Pemerintah Kota Kendari dalam kegiatan tersebut menjadi wujud dukungan terhadap upaya pengembangan UMKM melalui penguatan digitalisasi, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar. Pemerintah Kota Kendari berharap kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dapat melahirkan UMKM yang semakin tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.








