Kendari, kendarikota.go.id- Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM menerima audiensi dari organisasi kepemudaaan, Cipayung plus serta dari Ormas Semut Merah. Audiensi ini berlangsung di Aula Samaturu Kantor Balai Kota Kendari, Senin (27/10/2025).
Audiensi ini turut didampingi langsung oleh Asisten I Setda Kota Kendari serta Kasatpol PP Kota Kendari.
Pewakilan Cipayung Plus menyampaikan aspirasi mereka terkait minimnya dukungan pemerintah terhadap berbagai kegiatan pengembangan kapasitas pemuda. Mereka menegaskan bahwa kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM seharusnya menjadi perhatian bersama, mengingat peran pemuda sebagai motor penggerak pembangunan daerah.
“Kami berfokus pada peningkatan sumber daya manusia di kalangan pemuda. Namun, kegiatan kami sering kali belum mendapatkan dukungan yang semestinya dari pihak pemerintah. Padahal, giat-giat tersebut ditujukan untuk kemajuan pemuda Kendari,” ujarnya.

Selain itu, mereka juga menyoroti persoalan kebersihan kota yang dinilai masih kurang mendapat perhatian serius. Hal ini, menurut mereka, memerlukan kolaborasi lintas sektor agar kondisi lingkungan Kota Kendari dapat lebih tertata dan nyaman.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM menyampaikan apresiasi atas masukan yang disampaikan para pemuda. Ia menilai, audiensi tersebut menjadi bentuk perbaikan yang penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kalangan muda.

“Ini merupakan langkah perbaikan untuk ke depan. Pemerintah Kota Kendari harus lebih mengimplosifkan seluruh unsur yang ada di dalam lingkup pemerintahan. Memang tidak mudah, tetapi semua masukan dari teman-teman akan kami tampung dan kita wujudkan bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk saling bergandengan tangan dalam mewujudkan Kota Kendari yang bersih dan nyaman.
Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas elemen, baik pemerintah, masyarakat, maupun organisasi kepemudaan, dalam menciptakan sistem kebersihan yang berkelanjutan.
“Kita harus bekerja sama. Bicara kebersihan itu bicara komitmen jangka panjang. Jepang bisa menjadi negara terbersih karena konsisten melakukan sosialisasi berulang-ulang hingga seratus ribu kali. Kita juga bisa, asal semua unsur terlibat pemerintah, masyarakat, pemuda, organisasi keagamaan, maupun sosial,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komwil VI APEKSI ini, juga menyinggung komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam mendukung peningkatan kualitas SDM melalui program beasiswa.
“Kami sudah menyiapkan program beasiswa bagi siswa SD dan SMP di tahun ini. Insya Allah tahun depan kami akan memperluas cakupan beasiswa tersebut bagi masyarakat Kota Kendari,” ujarnya.

Wali Kota juga menyoroti pengelolaan sampah plastik yang menjadi isu utama di berbagai wilayah kota.
Ia mengungkapkan bahwa mulai esok hari, Pemerintah Kota Kendari akan menerapkan kebijakan baru yang melibatkan seluruh kecamatan dan kelurahan dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan desa wisata.
“Besok, kami akan instruksikan ke 11 kecamatan dan 65 kelurahan untuk menjalankan program satu kecamatan wajib, satu kelurahan untuk desa wisata. Di dalamnya sudah mencakup penataan kebersihan, ekonomi, dan pengembangan produk unggulan lokal,” jelasnya. (AF/KH/PL)









