Kendari, kendarikota.go.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) Kota Kendari Tahun 2027–2031. Agenda strategis tersebut berlangsung di Aula Kabaena, Hotel Zenith Kendari, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, S.T.P., S.H., M.Si. Turut hadir Sekretaris Bappeda Kota Kendari beserta jajaran, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Tenggara, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, akademisi dan tim tenaga ahli, perwakilan instansi vertikal, serta komunitas lingkungan.

Dalam arahannya, Sekda Kota Kendari menyampaikan apresiasi kepada Bappeda Kota Kendari atas terselenggaranya forum ini. Ia menegaskan pentingnya konsultasi publik sebagai wahana inklusif guna menjaring aspirasi, masukan konstruktif, dan penguatan data sebelum dokumen disahkan.

“Konsultasi publik ini menjadi tahapan krusial untuk menyampaikan rancangan awal dokumen kepada para pemangku kepentingan. Hal ini penting guna memastikan dokumen yang disusun bersifat partisipatif, berbasis data valid, serta mumpuni dalam menjawab tantangan pembangunan daerah di masa depan,” tegas Sekda Amir Hasan.

Lebih lanjut, Sekda menyoroti dinamika perubahan iklim yang dampaknya kian nyata bagi Kota Kendari sebagai kawasan pesisir yang berkembang pesat. Fenomena kenaikan suhu, ketidakpastian pola musim, hingga ancaman banjir dan abrasi memerlukan langkah mitigasi terencana serta terintegrasi.

“Pemkot Kendari berkomitmen penuh mendukung kebijakan nasional dalam penurunan emisi gas rumah kaca menuju Indonesia Emas 2045. Langkah ini berpedoman pada RPJMD Kota Kendari 2025–2029 yang menempatkan keberlanjutan lingkungan dan ketahanan iklim sebagai prioritas utama,” tambahnya.
Sekda mengimbau seluruh OPD agar mengintegrasikan program aksi iklim ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, serta memperkuat sinergi pentahelix—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan masyarakat.
Melalui penyusunan RAD-GRK 2027–2031 ini, Pemkot Kendari berharap dapat melahirkan dokumen perencanaan yang aplikatif dan terukur. Pemerintah daerah berharap sinergi lintas sektor yang terbangun mampu menurunkan laju emisi secara signifikan, sekaligus mewujudkan Kota Kendari yang maju, berdaya saing, tangguh bencana, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan rancangan dokumen oleh tim ahli serta diskusi interaktif bersama seluruh peserta.








