Kendari, kendarikota.go.id – Pemerintah Kota Kendari mulai mematangkan langkah pembenahan sistem pengelolaan sampah dengan menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan TPA Puuwatu pada 2027.

Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran SKM., menegaskan, pembangunan fasilitas pengolahan sampah harus dibarengi perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam memilah sampah sejak dari rumah. Hal tersebut disampaikan Siska saat meninjau kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu, Rabu (26/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Wali Kota melihat langsung kondisi kawasan sekaligus lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan TPST atau hanggar pengolahan sampah pada 2027.

Wali Kota Siska hadir bersama Wakil Wali Kota Kendari, Ketua DPRD Kota Kendari, Inspektur, Kepala Bappeda, Asisten III, Kepala Dinas Lingkungan Hidup serta Sekretaris PUPR.

Dari kawasan puncak TPA Puuwatu, Wali Kota Siska menunjukkan area yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan fasilitas TPST. Kawasan TPA Puuwatu memiliki luas kurang lebih 36 hektare.

“Sebentar lagi kita akan menghilangkan yang namanya open dumping dengan sanitari landfill secara perlahan-lahan,” ujar Wali Kota Siska.
Menurutnya, pembangunan TPST menjadi bagian dari upaya pemerintah mengubah pola pengelolaan sampah di Kota Kendari. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pengolahan sampah sebelum residu masuk ke sistem pembuangan akhir yang lebih terkendali.
“Dan di situ, sana itu akan menjadi lokasi TPST atau hanggar kita untuk 2027,” katanya.
Namun, Wali Kota Siska mengingatkan pembangunan infrastruktur tidak akan optimal tanpa dukungan masyarakat. Pemilahan sampah dari sumber menjadi salah satu faktor penting agar proses pengolahan di TPST dapat berjalan efektif.
Sampah yang telah dipilah sejak dari rumah akan lebih mudah ditangani berdasarkan jenisnya. Kondisi tersebut juga dapat membuka peluang pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.
Karena itu, Wali Kota Siska meminta masyarakat Kota Kendari mulai membangun kebiasaan memilah sampah rumah tangga. Menurutnya, perubahan sistem persampahan harus dilakukan secara bersama-sama, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Mohon dukungannya semua masyarakat Kota Kendari dan jangan lupa pemilahan sampah dari rumah,” pesan Wali Kota Siska.
Pemkot Kendari menilai pembangunan TPST pada 2027 merupakan bagian penting dari transformasi pengelolaan persampahan di daerah. Secara bertahap, sistem open dumping akan ditinggalkan dan diarahkan menuju pengelolaan yang lebih tertata melalui sanitari landfill serta pengolahan sampah terpadu.
Dengan luas kawasan TPA Puuwatu yang mencapai sekitar 36 hektare, pemerintah memiliki ruang untuk mengembangkan sistem persampahan yang lebih terintegrasi. Namun, keberhasilannya tetap membutuhkan keterlibatan masyarakat dari tingkat rumah tangga.
Melalui pembangunan TPST dan kebiasaan memilah sampah dari rumah, Pemkot Kendari berharap persoalan persampahan dapat ditangani secara lebih berkelanjutan sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat.








